KOTA - Perluasan cakupan program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Mojokerto bakal direalisasikan mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menambah dua unit dapur umum baru yang dioperasikan tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menyebutkan, kota mendapatkan dua tambahan unit satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) baru. Dua dapur umum yang menyuplai program MBG ini tersebar di Kecamatan Kranggan dan Kecamatan Magersari.
Tepatnya di Kelurahan Meri dan Perumahan Magersari Indah, Kelurahan Wates. ’’Ada dua yang proses verifikasi dari BGN sudah turun,’’ ungkapnya, kemarin (13/7). Ruby mengatakan, dapur SPPG tersebut dilakukan dengan menggandeng pelaku usaha lokal di bidang kuliner. Sehingga, keduanya rencana bakal dioperasionalkan mulai tahun ajaran baru 2025/2026.
Mengingat, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang ditunjuk sebagai pengelola juga sudah diterjunkan. Namun, dikbud masih belum menerima jadwal pelaksanaan secara resmi dari dua dapur umum tersebut. ’’Insya Allah mulai tahun ajaran baru ini, nanti kami cek jadwalnya ke SPPI,’’ urainya.
Dengan tambahan dapur umum tersebut, cakupan program MBG diperkirakan bisa menyasar kurang lebih 10 ribu peserta didik. Mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK sederajat. ’’Jadi total ada tiga dapur nanti, termasuk yang sudah berjalan di Kelurahan Wates,’’ papar Ruby.
Masing-masing dapur SPPG memiliki kemampuan produksi berkisar 3-4 ribu porsi per hari. Seperti yang sudah berjalan di Kelurahan Wates yang memproduksi sekitar 3.247 per hari untuk penerima manfaat dari 9 sekolah. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi