Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

159 SD Negeri di Kabupaten Gagal Penuhi Pagu

Indah Oceananda • Sabtu, 12 Juli 2025 | 15:00 WIB
SISWA KABUPATEN: Suasana belajar mengajar di SDN Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kamis (9/1). Siswa sekolah dasar tersebut menjadi sasaran program makan bergizi gratis.
SISWA KABUPATEN: Suasana belajar mengajar di SDN Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kamis (9/1). Siswa sekolah dasar tersebut menjadi sasaran program makan bergizi gratis.

Satu Sekolah Tak Dapat Siswa, Tiga Lainnya di Bawah 10 Murid

KABUPATEN - Seminggu menjelang tahun ajaran baru, ratusan SD Negeri Kabupaten Mojoekrto masih kekurangan siswa. Hingga per 8 Juli lalu, tercatat tercatat masih ada 159 lembaga yang belum memenuhi pagu dari total 385 SD negeri yang ada.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono mengatakan, berdasarkan data dari hasil evaluasi SPMB SD Negeri tahun ajaran 2025/2026, sekolah yang tidak terpenuhi pagu ada 159 lembaga. Sebagian besar lembaga pendidikan tersebut berada di wilayah perbatasan atau pelosok. ’’Setelah dibuka gelombang kedua sejak 4-7 Juli kemarin, kami evaluasi hasilnya. Dan masih ada 159 lembaga dari total 385 SD negeri yang gagal memenuhi pagu,’’ ujarnya.

Di antara ratusan lembaga itu, bahkan ada sekolah yang tak mendapatkan murid baru sama sekali. Tepatnya di SDN Dilem, Kecamatan Gondang. Padahal, sudah digelar masa SPMB beberapa waktu lalu. Kondisi itu membuat sekolah tersebut praktis tak memiliki murid baru.

Setali tiga uang, ada pula sekolah yang kesulitan mendapatkan murid baru. Itu seperti terjadi pada sekolah yang berada di wilayah pelosok Kecamatan Gondang dan Kecamatan Jatirejo.

Itu seperti di SDN Begaganlimo dan SDN Gumeng dari Kecamatan Gondang. Lokasi sekolah tersebut juga praktis berada di wilayah pelosok yang berdekatan dengan area pegunungan Anjasmoro. Dua sekolah itu mendapatkan murid baru namun jumlahnya di bawah 10 orang.

Sedangkan, di Kecamatan Jatirejo, terdapat satu sekolah yang siswa barunya sangat minim. Adalah SDN Jembul yang masih mendapatkan murid baru meski jumlahnya di bawah 10.

Ludfi memperkirakan, berdasarkan hasil evaluasi jajarannya, penyebab minimnya antusiasme di sekolah wilayah pelosok itu disebabkan tingginya persaingan perebutan siswa. Utamanya, persaingan antara sekolah negeri dengan swasta. ’’Memang persaingan SPMB di jenjang SD negeri tahun ini cukup ketat dengan sekolah swasta,’’ jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya mengeklaim ada penambahan sekitar 250 siswa baru untuk tahun ajaran kali ini. Tahun ini daya tampung SD di kabupaten mencapai sebanyak 13.236 kursi. Itu terdiri dari SD negeri sebanyak 385 lembaga dengan total rombongan belajar (rombel) yang dibuka maksimal 40 siswa dalam satu kelas. Setiap kelas terdiri maksimal 40 siswa. (oce/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #sekolah dasar negeri #dispendik kabupaten mojokerto #pagu