KABUPATEN - Pemkab Mojokero mulai menghitung kebutuhan untuk pemenuhan sarana dan prasarana usaha kesehatan sekolah (UKS) dan aula Sekolah Rakyat (SR) di gedung diklat Kecamatan Gedeg. Hasilnya pemda butuh anggaran Rp 1,9 miliar untuk sharing anggaran tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, Sekolah Rakyat di gedung diklat Kecamatan Gedeg belum dilengkapi dengan ruang UKS dan aula. Sebagai tindak lanjut pemda mulai melakukan penghitungan kbutuhan anggaran sebagaimana arahan pimpinan. ’’Sesuai perintah bapak bupati kita diminta menghitung kebutuhan anggaran untuk aula dan UKS. Sudah kita laksanakan dan sampaikan ke pimpinan terkait kebutuhan anggaran,’’ ungkapnya.
Kendati sudah melakukan penghitungan, pihaknya belum bisa memastikan pembangunan sejumlah sarpras tersebut bakal ditanggung siapa. Termasuk, apakah bakal dianggarkan pada P-APBD 22025 atau lainnya. Namun Rinaldi memastikan, pemkab sudah berkordinasi dengan kementrian sosial apakah pemkab bisa menambah fasilitas lain di luar yang sudah dibangun Kementerian PU. ’’Hasil penghitungan kita, untuk pembuatan ruang UKS dan aula membutuhkan anggaran Rp 1,9 miliar. Untuk keputusannya, kita masih menunggu jawaban dari kementrian terkait,’’ tegasnya.
Jika dibolehkan, terang Rinaldi, pemda tentu menunggu pekerjaan revitalisasi dengan anggaran Rp 2,7 miliar dari Kemeterian PU dinyatakan selesai 100 persen. Lewat pemeriksaan akhir untuk kemudian diserahkan kembali ke Pemkab Mojokerto sebagai pemilik aset gedung diklat. ’’Insya Allah selesai tepat waktu sebagaimana kontrak. Kemarin kami ke sana sudah pengiriman mebelair tahap akhir. Tinggal pengerjaan pintu sekat antara ruang kelas dan laboratorium. Kamis lalu kami juga menerima tim kemensos yang memonitoring persiapan SR,’’ paparnya.
Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko menegaskan, belum adanya ruang UKS dan aula tak lain menjadi catatan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memastikan kesiapan gedung diklat di Kecamatan Gedeg sebagai percepatan pelaksanaan SR di Bumi Majapahit, 30 Juni lalu. Sejumlah masukan juga disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim tersebut kepada tim. ’’Masukan dan saran dari ibu Gubernur, juga perlu ditambahkan tempat jemuran peserta didik, stop kontak listrik di asrama dan kelas, korden ruangan, ember di kamar mandi. Ditambahkan juga kanopi penghubung antargedung dan penghijauan di area belakang,’’ jelasnya.
Masukan itu langsung direspons positif. Teguh menegaskan, sesuai arahan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, pemda langsung diminta menghitung kebutuhan dan menindaklanjutinya. ’’Prinsip bapak bupati siap back up, saat ini sedang dikoordinasikan dengan kementerian terkait,’’ tegasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi