KABUPATEN - Pemkab Mojokerto terus mematangkan kesiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) yang digelar di gedung diklat Kecamatan Gedeg. Sebagai tahap awal, 50 peserta didik yang kini sudah masuk surat keputusan (SK) Bupati Mojokerto pun dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko mengatakan, jelang pelaksanaan Sekolah Rakyat yang tinggal menghitung hari membuat pemkab terus mematangkan persiapannya. Baik sarana dan prasarananya ataupun peserta didiknya juga memasuki final. ’’Progres persiapan Sekolah Rakyat, untuk peserta didiknya sudah masuk SK Bupati Mojokerto. Total ada 50 calon siswa untuk dua rombongan belajar,’’ ungkapnya.
Sesuai Keputusan Bupati Mojokerto nomor 188.45/176/hk/416-012/2025, pada tahun ajaran baru 2025/2026 yang dijadwalkan dilaksanakan di Gedung Diklat BKPSDM pertengahan Juli nanti, Kabupaten Mojokerto mengawali untuk jenjang SMP. ’’Sesuai SK, 50 peserta didik ini terdiri dari 22 laki-laki dan 28 perempuan,’’ tegasnya.
Puluhan siswa ini hasil seleksi yang dilakukan petugas dari total 150 anak yang bersedia. Mereka merupakan keluarga prasejahtera sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebagai tahap awal, puluhan calon siswa ini bakal dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Sekolah Rakyat yang kini tengah dikoordinasikan antar organisasi perangkat daerah terkait. ’’Sesuai timeline dari kementerian kesehatan, pemeriksaan dijadwalkan minggu ini, baik kepada tenaga pendidik dan kependidikan ataupun peserta didik,’’ paparnya.
Hanya saja, terkait siapa-siapa saja yang ditetapkan menjadi tenaga pendidik hingga kini belum jelas. Pemkab masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian Sosial. Termasuk soal penandatanganan perjanjian kerjasama terkait pemanfaatan gedung diklat untuk SR. ’’Kalau Kepala Sekolah Rakyat berdasarkan pengumuman rekrutmen itu berasal dari SMAN 2 Mojokerto, tinggal tunggu SK-nya saja,’’ tuturnya.
Sementara itu, untuk progres pembangunannya kini masuk tahap finishing. Revitalisasi gedung diklat senilai Rp 2,7 miliar oleh Kemeneterian PUPR sudah mencapai 90 persen. Sebaliknya untuk penataan sarana dan prasarana mencapai 85 persen.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan gedung diklat di Kecamatan Gedeg sebagai percepatan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Mojokerto, Senin (30/6). Konsep pelaksanaannya digelar berasrama, tak urung pemerintah pun menyiapkan skema ruang untuk dilakukan renovasi.
Hasil pemantauannya secara langsung, kondisinya juga sudah siap. Dari mulai ruang kelas, ruang laboratorium, asrama, ruang pengasuh, kamar mandi, tempat mencuci, aula, hingga musala. ’’SR di kabupaten Mojokerto ini sudah siap dioperasikan. Insya Allah pada 14 Juli nanti sudah dimulai proses belajar mengajar, karena secara nasional direncanakan akan diluncurkan pada 14 Juli itu,’’ ungkapnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi