PONDOK Pesantren Al-Amin Mojokerto menyelenggarakan acara wisuda ke-20, Haflah Ikhtitamid Durus, pada hari Minggu, 22 Juni, di gedung Nine Stars PCNU Kabupaten Mojokerto. Acara tersebut meliputi sambutan dari pengasuh pondok, perwakilan tamu undangan, serta prosesi wisuda yang dipimpin oleh ketua perkumpulan Al Amin.
Selain itu, terdapat ceramah ilmiah dari Dr. KH. M. Afifuddin Dimyathi, Lc, MA, Ketua MUI Kabupaten Jombang sekaligus Pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Darul Ulum Jombang, dan ditutup dengan doa Dr. KH. Akhmad Jazuli, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, yang juga merupakan Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Mojokerto, mewakili Gubernur Jawa Timur dalam menyampaikan sambutan dan motivasi kepada para santri yang diwisuda.
Pihaknya berpesan agar para wisudawan, yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun di Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto, dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk bekal dunia dan akhirat. Serta, berperan aktif sebagai generasi penerus bangsa yang berilmu dan menjunjung tinggi tradisi pesantren.
’’Saya mengucapkan selamat kepada para santri, semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat di dunia dan akhirat. Bangsa kita membutuhkan peran santri sebagai generasi penerus bangsa yaitu generasi muda Indonesia yang berilmu, jaga tradisi pesantren, dan kalian harus bangga sebagai alumni Pondok Pesantren Al Amin Mojokerto. Sampai jumpa di Haflah Akhirussanah XXI,’’ ungkap KH. Jazuli dalam sambutannya.
Ia juga mengajak para alumni untuk bangga dengan identitas mereka sebagai bagian dari Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto. Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto dikenal sebagai pelopor lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren yang mengadopsi manajemen modern dan profesional. Pesantren ini berhasil menggabungkan pendidikan agama dengan sains dan teknologi, menghasilkan alumni berkualitas yang banyak diterima di perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. ’’Banyak pula alumni yang berkarier di pemerintahan dan berbagai bidang lainnya,’’ pungkas KH Jazuli.
Mohammad Nur Fahmi, M.Pd, Ketua Haflah Ikhtitamid Durus ke-20, berharap Pondok Pesantren Al Amin dapat terus menghasilkan santri berprestasi dan kompetitif di kancah global. Tahun ini, sebagian besar lulusan melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) terkemuka seperti Unesa, ITS, UINSA, UTM Madura, Unair, UIN Malik Ibrahim Malang, Unibraw Malang, dan Polije Jember. Sebanyak 12 santri berhasil diterima di PTN melalui jalur SNBT dan UTBK, dan diharapkan dapat mengisi berbagai posisi strategis.
’’Tahun ini ada 12 Santri yang di terima di PTN melalui jalur SNBT dan UTBK. Harapannya nanti mereka bisa menempati posisi yang beragam. Hampir setiap tahun santri kita selalu dapat beasiswa santri berprestasi (Kemenag),’’ ungkapnya.
Selain itu, santri Ponpes Al Amin secara rutin memperoleh beasiswa prestasi dari Kementerian Agama. Di bidang non-akademik, santri Al-Amin juga meraih berbagai prestasi, termasuk juara kedua desain grafis dalam Porseni MA Tingkat Kabupaten Mojokerto 2025, juara pertama LKBB Dewantara Tingkat Jawa Timur, juara kedua kimia dalam KSM 2024, juara pertama futsal Porseni Kabupaten Mojokerto, juara kedua tenis meja Porseni Kabupaten Mojokerto, serta juara pencak silat Porseni Kabupaten Mojokerto.
’’Keberhasilan ini membuktikan keunggulan sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Amin,’’ tambah Fahmi. (bas/fen)
Editor : Hendra Junaedi