Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

50 Anak Terseleksi Masuk Sekolah Rakyat

Khudori Aliandu • Sabtu, 14 Juni 2025 | 15:00 WIB
VERIFIKASI DAN VALIDASI: Pendamping PKH dari Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto bersama BPS melakukan home visit kepada calon peserta didik Sekolah Rakyat mengawali tahun ajaran baru 2025/2026.
VERIFIKASI DAN VALIDASI: Pendamping PKH dari Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto bersama BPS melakukan home visit kepada calon peserta didik Sekolah Rakyat mengawali tahun ajaran baru 2025/2026.

Pemkab Masih Kesulitan Cari Juru Masak untuk Siswa

 KABUPATEN – Tahap penerimaan peserta didik baru mengawali tahun ajaran 2005/2025 Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Mojokerto tuntas. Setidaknya ada 50 siswa dari keluarga miskin bakal mengikuti sekolah berkonsep asrama tersebut mulai bulan depan.

 Plh Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah mengatakan, rekrutmen siswa Sekolah Rakyat saat ini memang sudah memasuki tahap final. Proses verifikasi dan validasi (verval) yang dilakukan pun telah tuntas. ’’Ada 50 calon siswa, 22 putra dan 28 putri, saat ini nama-nama ini masih kita ajukan kepada pimpinan untuk dibuatkan surat keputusan bupati,’’ ungkapnya, kemarin (13/6).

 Menurutnya, 50 calon siswa jenjang SMP ini sebagaimana usulan pemkab kepada pemerintah pusat untuk mengawali tahun ajaran baru Sekolah Rakyat di bumi Majapahit. Dari 50 siswa tersebut, tahun ini pemda akan membuka dua rombongan belajar (rombel) dengan masing-masing rombel 25 siswa.

 ’’Sesuai jadwal, pelaksanaan Sekolah Rakyat dimulai bulan Juli, namun kepastian tanggalnya berapa kita masih menunggu petunjuk teknis dari pusat, lantaran program ini di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos),’’ bebernya.

 Nurul menegaskan, finalisasi calon peserta didik tersebut telah melalui proses panjang dan selektif agar apa yang menjadi program pemerintah tersebut tepat sasaran. Mereka merupakan keluarga prasejahtera sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).  Data dari Kemensos mencatat, terdapat lebih dari 6.571 anak di Kabupaten Mojokerto yang berpotensi melanjutkan ke jenjang SMP.

 Data ini menjadi acuan dinsos melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk diverval. Termasuk memastikan kesanggupan para calon siswa dengan mengisi blangko yang sudah disiapkan. ’’Dari enam ribuan lebih anak yang berhak masuk Sekolah Rakyat ini, ada 150 anak yang bersedia. Selanjutnya kita seleksi lagi menjadi 50 anak sesuai kebutuhan rombel, yang sekarang tinggal di SK-kan bapak bupati saja,’’ jelasnya.

 Para siswa yang diterima tersebut dinilai telah memenuhi persyaratan. Bahkan, diutamakan masuk desil satu, meski ada beberapa yang desil dua. Tak sekadar itu, Pemkab Mojokerto juga sudah mengusulkan tenaga pendidik maupun tenaga pendukung kepada pemerintah pusat.

 ’’Personel sudah kita usulkan, termasuk guru, personel pendukung, seperti satpam, wali asuh, wali asrama, TU, operator sekolah, dan bendahara,’’ tambah Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko. Namun, dari sejumlah personel pendukung itu, lanjut dia, pemda masih kesulitan untuk mencari juru masak bagi para siswa yang nantinya berasrama. ’’Kita masih kesulitan dari juru masak, karena itu harus diambilkan dari ASN, baik dari PPPK ataupun PPPK paruh waktu,’’ paparnya. (ori/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #SPMB 2025 #Sekolah Rakyat 2025 #dinas sosial kabupaten mojokerto #ppdb #pendamping pkh