Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ketika Siswa Berkebutuhan Khusus di Mojokerto Hadapi Ujian Akhir Semester

Indah Oceananda • Selasa, 3 Juni 2025 | 15:10 WIB
DIDAMPINGI: Siswa SLB PKK Gedeg menjalani ujian didampingi guru.
DIDAMPINGI: Siswa SLB PKK Gedeg menjalani ujian didampingi guru.

Ada yang Kerjakan Manual hingga Pakai Laptop

Siswa sekolah luar biasa (SLB) juga disibukkan dengan penilaian akhir semester (PAS) sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran satu semester. Bedanya, saat PAS, mereka mendapatkan pendampingan khusus dari guru. Mulai dari dibantu membacakan soal hingga menuliskan jawaban.

INDAH OCEANANDA, Gedeg

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut, menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan selama satu semester.

Kepala SLB-PKK Gedeg Khusnul Khotimah mengatakan, pelaksanaan ujian ini diikuti peserta didik dari seluruh jenjang. Yakni SD, SMP, hingga SMA. ’’Semuanya ikut serentak. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di sekolah kami pelaksanaan ujiannya masih manual, hanya beberapa anak yang pakai komputer karena keterbatasan mereka,’’ ungkapnya.

Saat PAS, dalam satu kelas maksimal hanya diisi lima siswa. Setiap siswa didampingi oleh satu guru pendamping. ’’Karena mereka anak yang spesial, jadi butuh kesabaran untuk mendampingi mereka saat mengerjakan soal,’’ jelas dia.

Saat pelaksanaan PAS, guru pendamping bertugas membacakan naskah soal hingga menuliskan jawaban di lembar jawab. Memang butuh ketelatenan untuk para guru agar siswa bisa mengerjakan soalnya hingga tuntas. ’’Alhamdulillah, hari pertama ini lancar semua,’’ imbuh Khusnul.

Di samping itu, selama pelaksanaan PAS, siswa berkebutuhan khusus dengan kategori yang sama dikelompokkan menjadi dalam satu kelas. Namun, kondisi siswa satu dengan lainnya memang berbeda-beda. Ada yang bisa membaca soal sendiri. Ada siswa yang penglihatannya tidak normal sehingga harus dibantu guru membacakan soal. ’’Yang terpenting, siswa bisa memberikan jawaban sesuai pemahamannya,’’ ungkapnya.

Kegiatan PAS di SLB, lanjutnya, memang sedikit lebih unik dibandingkan dengan sekolah reguler. Pihak guru mesti menyesuaikan dengan hambatan yang dimiliki oleh masing-masing siswa. ’’Tak jarang juga, ada guru yang harus datang langsung ke rumah siswa untuk mendampingi anak ujian. Itu semua agar anak bisa menuntaskan pemahaman mereka dalam satu semester ini dengan maksimal,’’ tandas dia. (fen)

Editor : Hendra Junaedi
#gedeg mojokerto #penilaian akhir semester #sekolah luar biasa (slb) #siswa berkebutuhan khusus