KOTA - Rencana pembangunan dapur umum untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Mojokerto diplot anggaran sebesar Rp 8 miliar. Rencananya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini akan didirikan di aset lahan milik pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, pembangunan dapur MBG direncanakan akan direalisasikan di tahun ini. Menurutnya, kebutuhan anggaran dan pelaksanaan akan sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah pusat. ’’Ya, semuanya dari Badan Gizi Nasional (BGN),’’ ungkapnya kemarin.
Menurutnya, terdapat tiga lokasi yang akan dibangun unit SPPG. Seluruhnya merupakan aset lahan milik Pemkot Mojokerto yang tersebar di Kecamatan Kranggan dan Magersari. ’’Jadi kita hanya menyiapkan lahan saja,’’ imbuhnya.
Dalam waktu dekat, tiga titik lahan tersebut akan dilakukan survei oleh BGN. Jika lolos verifikasi, maka pekerjaan pembangunan bakal segera direalisasikan di tahun ini. Sebab, ungkap Ruby, BGN telah menyiapkan anggaran berdasarkan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) 2025. ’’Kalau tidak salah sekitar Rp 8 miliar sekian, itu untuk total anggaran di tiga titik,’’ urainya.
Pembangunan tiga unit SPPG tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan sasaran program MBG yang sudah digulirkan di Kota Mojokerto sejak Februari. Masing-masing dapur diperkirakan memiliki kapasitas berkisar 3.500 hingga 4.000 porsi dalam sekali produksi.
Sejauh ini, program prioritas nasional ini baru mencakup sebagian penerima manfaat di wilayah Kecamatan Magersari. Karena baru terdapat satu unit SPPG di Kelurahan Wates yang menyuplai sekitar 3.247 siswa dari 9 lembaga pendidikan berbagai jenjang. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi