SDN Sumolawang, Kecamatan Puri, punya cara tersendiri untuk menjadikan setiap pembelajaran dapat dipahami dengan baik oleh para siswa. Salah satu caranya adalah dengan melahirkan terobosan menuju green school berupa inovasi tampah dan menur.
Kepala SDN Sumolawang Siti Machmudah mengatakan, sekolahnya kian mantap menuju green school dengan memfokuskan karakter pembiasaan cinta lingkungan bagi warga sekolah.
’’Dengan kedua inovasi ini, SDN Sumolawang berkomitmen membudayakan untuk merawat lingkungan, dan warga sekolah menumbuhkan cinta lingkungan,’’ katanya.
Dia menuturkan, inovasi tampah bermula dari kebiasaan siswa yang kerap membuang sampah organik maupun nonorganik menjadi satu. Namun, kini seluruh warga sekolah mulai dibiasakan untuk membuang sampah sesuai jenisnya. ’’Pembiasaan memilah sampah ini diwajibkan bagi semua warga sekolah siswa, guru, kepala sekolah, hingga wali murid,’’ tuturnya.
Kemudian, inovasi menur muncul karena lahan belakang sekolah yang selama ini belum termanfaakan dengan optimal. Oleh karenanya, untuk mewujudkan lingkungan hijau di sekolah, lahan tersebut digunakan sebagai green house dengan tanaman sayur, toga, maupun cabai. ’’Karena ini kolaborasi sekolah, warga desa, dan paguyuban, jadi hasilnya diberikan lagi untuk warga. Kegiatan penanaman, perawatan dan pemanenan dilakukan bersama siswa untuk menanam pembiasaan berkebun sejak dini,’’ ulas dia.
Melalui program inovasi lingkungan tersebut, diharapkan warga sekolah kian sadar akan pentingnya ramah, menjaga, memelihara, dan mengolah alam dengan baik. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi