KABUPATEN - Lima pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Mojokerto terus berpacu melengkapi persyaratan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tidak hanya administrasi, lahan untuk dapur umum program makan bergizi gratis juga mulai disiapkan. Lahan tersebut nantinya akan disurvei Kemenag bersama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dinilai kelayakannya.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muhibudin, mengatakan survei akan berjalan setelah seluruh persyaratan terpenuhi. Yakni wajib menyetorkan data santri sesuai yang tertera dalam EMIS (Education Management Information System) PD Pontren minimal 3 ribu santri. Jumlah tersebut wajib dipenuhi sesuai dengan syarat SPPG, yakni mampu mengakomodir 3 ribu sasaran MBG, mulai dari pelajar/santri, balita, ibu hamil, hingga lansia. ’’Targetnya Mei ini input data santri sudah selesai. Setelah itu akan disurvei kesiapan lokasi untuk SPPG,’’ ungkapnya.
Berdasarkan prosedur, luas lahan yang disediakan untuk dapur umum minimal 600 meter persegi. Setiap SPPG nantinya wajib mempekerjakan 47 karyawan yang akan menyediakan MBG, tiga di antaranya adalah ahli gizi yang disediakan khusus oleh BGN. Selain itu, sarana transportasi juga wajib tersedia untuk mempermudah distribusi paket makan bergizi. ’’Proses survei nanti langsung oleh tim dari Kemenag pusat dan BGN. Setiap SPPG juga akan disertifikasi standar kelayakannya,’’ tandasnya.
Sebelumnya, lima pesantren mendaftar sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digalang Kemenag pusat. Sejak awal Mei lalu, kelima ponpes telah memproses pengajuan sebagai mitra pemerintah dalam menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG) bagi santri.
Kelima pesantren memiliki jumlah santri hingga ribuan yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Pacet, Pungging, dan Jatirejo. Selain itu, kelima pesantren juga aktif mendidik santri lewat lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Mereka akan menyusul tiga pesantren yang terpantau mendirikan SPPG lebih dulu, yakni Ponpes Amanatul Ummah Pacet, Ponpes Alhidayah Kutorejo, serta Ponpes Nurul Falah Puri. Bahkan, operasional dua SPPG di Amanatul Ummah telah terverifikasi BGN. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi