KOTA - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat untuk Kota Mojokerto masih menunggu restu pemerintah pusat. Jika mendapat lampu hijau, lembaga pendidikan berbasis asrama ini akan didirikan di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto Choirul Anwar mengungkapkan, lokasi Sekolah Rakyat tersebut merupakan aset Pemkot Mojokerto yang telah diusulkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) beberapa waktu lalu.
Kini, pihaknya tinggal menunggu kajian dan persetujuan dari pemerintah pusat. ”Sudah kita usulkan, nanti ada tim dari pusat untuk melakukan evaluasi,” ungkapnya, kemarin (23/5).
Menurut Anwar, kajian akan dilakukan guna memastikan kelayakan lahan dengan kesesuaian rencana dari pemerintah. Setelah dievaluasi, maka akan ditetapkan persetujuan. ”Dari hasil desk, rencanya nanti lahan akan dipinjam pakai,” tuturnya.
Lokasi di kawasan Pacet ini diajukan sebagai Sekolah Rakyat karena Pemkot Mojokerto keterbatasan aset di wilayah kota. Terlebih, lanjut Anwar, petak tanah tersebut juga yang paling mendekati syarat minimal kebutuhan lahan yang dipatok seluas 5 hektare. ”Kita hanya mengusulkan, nanti yang memutuskan semua dari pusat,” tambahnya.
Meski belum direalisasikan untuk tahun ini, namun Dinsos P3A Kota Mojokerto telah melakukan pendataan bagi calon peserta didik. Utamanya yang menjadi sasaran prioritas adalah dari keluarga tidak mampu, anak putus sekolah, dan siswa berprestasi. Bagi Kota Mojokerto, Sekolah Rakyat sedianya bakal dibuka untuk jenjang SMA/SMK sederajat. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi