Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jadi Tour Guide, Kenalkan Peninggalan Kerajaan Majapahit

Indah Oceananda • Sabtu, 24 Mei 2025 | 15:05 WIB
KAYA SEJARAH: Risa (dua dari kanan) dan keluarga foto bersama Rektor Universitas Siber Asia Prof Jang Youn Cho (tengah) usai kunjungan bersejarah di kawasan Candi Brahu, Desa Bejijong,Trowulan.
KAYA SEJARAH: Risa (dua dari kanan) dan keluarga foto bersama Rektor Universitas Siber Asia Prof Jang Youn Cho (tengah) usai kunjungan bersejarah di kawasan Candi Brahu, Desa Bejijong,Trowulan.

Risa Arfiana Augustina, Mahasiswa Berprestasi UNSIA

 Risa Arfiana Augustina, mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Siber Asia (UNSIA), Jakarta Selatan, berkesempatan menjadi tour guide di tanah kelahirannya sendiri. Mahasiswa yang kini tengah menempuh tugas akhir itu dengan bangga mengenalkan situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit kepada Rektor Universitas Siber Asia Prof Jang Youn Cho, BA. MPA, Ph.D,. CPA, Minggu (18/5).

 INDAH OCEANANDA, Trowulan

 TAK hanya rektor, jajaran manajemen sivitas UNSIA juga turut ikut dalam kunjungan pengenalan sejarah dan budaya peninggalan Kerajaan Majapahit tersebut. Mereka sempat menilik situs atau candi yang baru ditemukan di dekat tempat pembuatan kerajinan batu bata di wilayah Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. 

”Tentunya saya sangat bangga bisa menyambut seluruh jajaran kampus dan mata dunia untuk mengenalkan kota kelahiran saya, tak lain merupakan daerah dengan penuh sejarah,” ujar ibu tiga anak asal Jalan Raya RA Basuni, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, ini. Sebagai tour guide, Risa turut mengajak keluarganya untuk menjelaskan sejarah kepada rombongan kampus. Selama perjalanan wisata sejarah, sang suami, Galuh Sakti Cahya Permana, dan ketiga anaknya turut menemani.

 ”Anak pertama saya, Zakiyyah Risakti Queenina, juga sempat ditawari untuk lanjut bersekolah khusus Archery di Korea Selatan. Saya bangga, karena Prof Cho sendiri yang menawarkan,” papar peraih gelar mahasiswa terbaik prodi manajemen dan beasiswa khusus sosial media itu. 

Sempat meraih program, Risa mengajak teman-teman yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi bisa berkuliah di kampusnya yang selama ini dikenal berteknologi canggih tersebut. Cukup dengan memasukkan kode referal (210201010188 Risa A) di situs website resmi pendaftaran pmb.unsia.ac.id, pendaftar bisa langsung mendapat potongan UKT (uang kuliah tunggal) Rp 500 ribu. 

”Pendaftaran lebih lanjut bisa menghubungi nomor 08563235445,” jelas peraih beasiswa Summer School di Halla University Wonju, Korea Selatan, tahun lalu, ini. 

AKADEMIKA: Mahasiswa UNSIA saat mengadakan kegiatan kampus student gathering di Batu, Jumat (16/5).
AKADEMIKA: Mahasiswa UNSIA saat mengadakan kegiatan kampus student gathering di Batu, Jumat (16/5).

Kepala Biro Kemahasiswaan UNSIA Dian Metha Ariyanti S.Sos, M.si, menuturkan, Rektor Prof Cho ingin melihat langsung peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit di Trowulan. Terlebih, rektor warga negara asing (WNA) pertama di Indonesia itu memang sering membuat karya buku tentang sejarah. Salah satunya buku yang baru diterbitkan adalah tentang Jenderal Sudirman. 

”Di hari sebelumnya, kita sempat menggelar kampus student gathering di Batu. Kegiatan yang dihadiri mahasiswa dari berbagai daerah ini sebagai bentuk nyata, bahwa kampus UNSIA berkomitmen menjalin silahturahmi langsung kepada mahasiswa meski berbasis full online learning,” ungkapnya. Dikenal sebagai profesor pendidikan online pertama di Korea, Profesor Cho pernah dinominasikan sebagai profesor terbaik selama sepuluh tahun terakhir di Universitas Nebraska-Lincoln, sekaligus inisiator program MBA Cyber. 

Kedatangannya di Indonesia, khususnya di bumi Majapahit, ini membawa misi menyumbangkan pengalaman untuk mempromosikan pendidikan online bagi anak muda Indonesia yang tidak ingin melewatkan kesempatan menempuh pendidikan. ”Dengan rektor yang hebat, UNSIA membuka pendaftaran mahasiswa baru setiap tahunnya melalui sistem pembelajaran online yang memudahkan,” tandasnya. (ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#trowulan mojokerto #candi #kerajaaan majapahit #Era Majapahit #peninggalan majapahit #UNSIA #tour guide