Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bosda Madin Rp 3,93 Miliar Disalurkan, Begini Pesan Bupati Mojokerto

Indah Oceananda • Kamis, 22 Mei 2025 | 15:45 WIB

TEPAT SASARAN: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyerahkan bosda madin dan BPPDGS madin kepada penerima di GOR Surya Kencana Dispendik Kabupaten Mojokerto, kemarin (21/5).
TEPAT SASARAN: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyerahkan bosda madin dan BPPDGS madin kepada penerima di GOR Surya Kencana Dispendik Kabupaten Mojokerto, kemarin (21/5).
 

Jatah Semester Pertama, Diberikan untuk Ratusan Lembaga

 KABUPATEN – Pencairan dana bantuan operasional sekolah daerah madrasah diniyah (bosda madin) di Kabupaten Mojokerto untuk semester pertama akhirnya tuntas direalisasi.

 Secara simbolis, pencairan dilakukan bersamaan dengan agenda penyaluran Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) dan Bosda Madin oleh Bupati Muhammad Albarraa di GOR Surya Kencana Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto, kemarin (21/5). 

Bantuan tersebut disalurkan kepada 571 madrasah diniyah. Meliputi, madrasah diniyah takmilya awaliyah/ula 366 lembaga, dan madrasah diniyah takmilya wustha sebanyak 205 lembaga. 

’’Bantuan menyasar 571 madrasah diniyah di Kabupaten Mojokerto. Bantuan bersumber dari dana sharing APBD Kabupaten Mojokerto ini senilai Rp 3,93 miliar untuk enam bulan,’’ kata Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono.

 Dia menjelaskan, penyaluran tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan biaya operasional penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kebutuhan mendasar dan pokok bagi santri dan guru swasta di madrasah diniyah. 

Di samping itu, bantuan ini juga menjadi realisasi program 100 hari kerja Bupati Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian dalam meningkatkan kesejahteraan ustadz serta indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Mojokerto. 

’’Ini juga menjadi bentuk Pemkab Mojokerto untuk mencegah siswa putus sekolah di jenjang madrasah diniyah takmilyah, tentunya dengan membantu siswa yang mengalami kesulitan memperoleh layanan pendidikan yang disebabkan oleh kondisi ekonomi, geografi, maupun alasan sosial budaya lainnya,’’ jelas dia. 

Bupati Muhammad Albarraa menyatakan, penyerahan bosda dan insentif madin ini menjadi bentuk apresiasi dari Pemkab Mojokerto terhadap lembaga maupun guru madin yang selama ini telah berjuang mendidik generasi penerus bangsa. 

Bantuan tersebut juga bagian dari dukungan konkret pemkab terhadap pengembangan pendidikan keagamaan. ’’Dengan bantuan ini, kami berharap lembaga-lembaga madin dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan fasilitas yang lebih baik bagi para santri,’’ ujarnya. 

Sosok yang akrab disapa Gus Bupati itu berharap, setelah pemberian ini, bisa menambah semangat guru madin untuk lebih berprestasi dan membawa nama Kabupaten Mojokerto jauh lebih baik. Adapun proses penyaluran dilakukan sesuai regulasi, termasuk verifikasi data yang melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto. 

”Tujuannya adalah memastikan bantuan ini tepat sasaran. Mari kita bersama-sama membangun generasi yang berdaya saing dan berakhlak mulia demi masa depan,” tandas Gus Bupati. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #Pemkab Mojokerto #BPPDGS #dispendik kabupaten mojokerto #bosda cair #bosda madin