KOMITMEN peningkatan literasi daerah terus dihidupkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperka) Kabupaten Mojokerto. Itu melalui giat Bedah Buku ’’Jejak Semar di Karang Kletak’’, kemarin (20/5) di gedung layanan perpustakaan setempat.
Kegiatan ini Pemkab Mojokerto menumbuhkan budaya literasi, sekaligus ruang apresiasi dan ekspresi bagi penulis lokal. Buku karya A. Haris ar-Raci dkk, ini mengangkat cerita sejarah dan budaya Kabupaten Mojokerto. ’’Kegiatan bedah buku ini bukan sekadar membedah isi karya tulis, tetapi juga membuka wawasan kita tentang kearifan lokal dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sosok Semar,’’ kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, Noerhono.
Kegiatan bedah buku itu diikuti puluhan peserta yang berasal dari kalangan masyarakat. Menurut Noerhono, buku antologi tersebut lahir dari hasil penelitian dan riset para penulis Kabupaten Mojokerto yang menuliskan cinta mereka pada tanah kelahiran. ’’Buku Jejak Semar di Karang Kletak menjadi jembatan antara literasi, sejarah, dan identitas kultural yang patut kita lestarikan bersama,’’ imbuhnya.
Selain membedah isi dan proses kreatif dalam penulisan antologi cerita pendek, peserta juga diajak berdiskusi aktif dan memberikan masukan. ’’Saya berharap kegiatan ini bisa digelar secara berkelanjutan agar budaya membaca dan menulis semakin mengakar di masyarakat Mojokerto,’’ tandas Noerhono. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi