Dalam upaya memperkuat ekosistem literasi berbasis kearifan lokal, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperka) Kabupaten Mojokerto menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan berbasis konten budaya lokal.
Menggandeng Jawa Pos Radar Mojokerto, akademisi, dan penulis buku, kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto Noerhono membuka kegiatan bimtek yang dipusatkan di gedung layanan perpustakaan setempat, Rabu (14/3).
Menurutnya, bimtek kepenulisan khususnya dalam bentuk buku sangat penting, karena memiliki nilai plus bagi peserta.
”Harapannya, dari kegiatan ini kompetensi penulis pemula bisa bertambah. Sekaligus meningkatkan jumlah penulis kreatif di daerah yang dapat melestarikan kearifan lokal,” tuturnya.
Noerhono turut mengenalkan program layanan inovasi disperka berbasis digital, yakni SIP Jelita. Platform digital dengan kepanjangan sistem informasi pelayanan jemput literasi tanggap aktif ini merupakan program inovasi yang mampu mendongkrak minat literasi bagi masyarakat.
”Dengan sistem jemput bola, platfrom digital ini mempermudah masyarakat mengakses literasi secara mudah,” tuturnya.
Sementara itu, Moch. Chariris, narasumber dari Jawa Pos Radar Mojokerto menyampaikan, dalam membuat konten budaya kearifan lokal harus mengedepankan potensi yang ada sekaligus diwujudkan dalam bentuk karya tulis.
Baik dituangkan melalui buku, jurnal, majalah, media massa, maupun di berbagai platform media sosial.
”Dengan turun ke lapangan, peserta akan dapat merasakan pengalaman langsung, sekaligus lebih mudah menggali potensi sebagai bahan data dalam membuat konten berbasis budaya lokal,” terangnya.
Bimtek yang berlangsung gayeng dan diwarnai praktik dalam membuat konten ini diikuti 60 peserta. Meliputi, guru, pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar, dan masyarakat umum.
Diharapkan, usai pelatihan ini para peserta mampu menerbitkan karya buku antologi konten budaya lokal minimal 65 eksemplar. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi