KOTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto tetap memberi peluang bagi siswa luar daerah untuk mendaftar di sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SMP negeri tahun ini. Namun, peluang mereka untuk diterima tipis lantaran kuota terbatas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, SPMB jenjang SMP negeri tetap membuka peluang bagi calon pendaftar siswa dari luar daerah. Hanya saja, porsinya terbilang sangat terbatas.
Dari total daya tampung 2.080 kursi yang dibuka di 9 SMP negeri se-Kota Mojokerto, pagu untuk siswa luar daerah hanya tersedia sekitar 5 persen. ”Kurang lebih ada 120 kursi untuk pendaftar dari luar Kota Mojokerto,” ungkap Ruby, kemarin (13/5).
Kuota tersebut disediakan berdasarkan data Dikbud Kota Mojokerto, jumlah lulusan SD/MI tahun 2025 mencapai 2.729 anak. Sedangkan yang berdomisili di Kota Onde-Onde hanya 1.960 anak. Sisanya, 762 siswa berasal dari luar daerah.
Namun, jelas dia, tidak menutup kemungkinan jatah bagi calon peserta didik luar kota tersebut bertambah. Menurut Ruby, kondisi itu tergantung dari tingkat pendaftaran saat SPMB dibuka serentak mulai 2 Juni nanti. ”SPMB memang kita prioritaskan untuk warga Kota Mojokerto. Selebihnya jika ada sisa kuota baru bisa untuk pendaftar dari luar daerah,” tandasnya.
Dia menegaskan, hal itu berlaku bagi 9 SMP negeri yang tahun ajaran 2025/2026 ini membuka empat jalur pendaftaran reguler. Utamanya pada jalur domisili yang membuka pagu minimal 40 persen di masing-masing lembaga. Pendaftaran pada jalur ini terbagi menjadi tiga rayon untuk calon siswa yang berdomisili dalam Kota Mojokerto.
Di antaranya, rayon I yang mencakup Kelurahan Balongsari, Gunung Gedangan, Wates, Kedundung, Meri, Sentanan, Jagalan, serta Lingkungan Miji Baru. Terdapat empat pilihan sekolah meliputi, SMPN 1, SMPN 5, SMPN 7, dan SMPN 9.
Sementara di rayon II terdiri dari Kelurahan Purwotengah, Gedongan, Kauman, Mentikan, Pulorejo, dan Magersari. Calon siswa yang bersomisili di wilayah tersebut dapat mendaftar di SMPN 2 dan SMPN 6. Sedangkan di rayon III cakupan wilayah terdiri dari Kelurahan Kranggan, Prajurit Kulon, Blooto, Surodinawan, serta Miji. Terdapat tiga sekolah pilihan yakni, SMPN 3, SMPN 4, dan SMPN 8.
Di samping itu, pendaftaran SPMB jenjang SMP negeri juga dibuka dari jalur afirmasi dengan pagu minimal 20 persen. Berikutnya terdapat jalur prestasi dengan daya tampung minimal 25 persen. Termasuk dari jalur mutasi dengan kuota maksimal 5 persen. ”Jadi siswa lulusan SD/MI 760-an dari luar daerah tetap bisa ikut mendaftar, tapi peluangnya memang lebih kecil dibanding warga kota,” pungkas dia. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi