Untuk Jatah Triwulan Pertama Tingkat SMP hingga SD
KOTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto menyatakan dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) telah diproses pencairannya. Penyaluran dilakukan untuk jatah triwulan pertama tahun 2025 yang sebelumnya sempat tertunda.
Kepala Dikbud Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, dana Bosda untuk triwulan pertama sudah mulai proses pencarian. Menurutnya, realisasi dilakukan bagi lembaga yang telah melengkapi dokumen pengajuan pencairan. ”Insya Allah sudah proses, mana yang cepat langsung kita proses pencairan ke sekolah-sekolah,” terangnya, kemarin (2/5).
Dia menyatakan, penyaluran Bosda Kota Mojokerto jatah triwulan pertama memang terjadi keterlambatan. Karena dalam pengelolaannya, sekolah kini harus melakukan penyesuaian dengan metode baru berbasis aplikasi rencana kegiatan dan anggaran sekolah (Arkas) dan manajemen Arkas. ”Karena harus menyesuaikan dengan SIPD (sistem informasi pemerintahan daerah), sehingga kami sosialisasikan dulu ke semua sekolah kemarin,” imbuhnya.
Dengan demikian, pencairan Bosda untuk Januari-Maret baru dapat direalisasikan saat ini. Namun, Ruby menegaskan, dalam penyaluran triwulan berikutnya akan dilakukan rutin di setiap triwulan. ”Jadi (keterlambatan) memang di awal saja, nanti setelah cair akan disalurkan normal,” papar dia.
Seperti diketahui sebelumnya, sekolah mengeluhkan terkait keterlambatan pencairan dana Bosda Kota Mojokerto. Akibatnya, lembaga pendidikan terpaksa menunggak untuk pemberian honor bagi guru ekstrakurikuler (ekskul) hingga utang penyedia barang/jasa.
Tahun ini, Pemkot Mojokerto mengalokasikan dana Bosda sekitar Rp 9 miliar untuk jenjang SMP. Masing-masing menyasar 9 SMP negeri, 9 SMP swasta, dan 3 MTs. Sedangkan jenjang SD, Bosda dialokasikan sebesar Rp 12 miliar dari APBD. Meliputi, untuk 44 SD negeri, 9 SD swasta, termasuk 9 MI. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi