Berbasis Kertas, Digelar selama Dua Hari
GEDEG - Seratus lebih siswa Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gedeg Mojokerto berburu ijazah kelulusan. Sejak Sabtu (26/4) lalu, mereka mengikuti ujian pendidikan kesetaraan (UPK).
Kepala UPT SKB Gedeg Mojokerto Hatta Mustofa menuturkan, tahun ini ada 171 siswa kejar paket yang mengikuti ujian tersebut. Pelaksanaan ujian ini wajib diikuti sebagai syarat penentu kelulusan mereka. ’’Setelah UPK ini nanti mereka juga akan mengikuti Ujian Kesetaraan (UK), kemungkinan bulan Agustus. UK ini untuk sertifikat kompetensi mereka,’’ paparnya, Minggu (27/4).
Dia menjabarkan, di paket A setara dengan kelas VI SD, ada 9 siswa yang mengikuti ujian. Disusul dengan 36 siswa dari paket B setara kelas IX SMP dan 126 siswa kelas yang setara dengan kelas XII SMA. Pelaksanaan ujian berbasis kertas dan dibagi menjadi tiga ruang sesuai dengan kelas kejar paketnya. ’’Ada siswa paling tua tahun ini umurnya 58 tahun, ikut UPK paket C,’’ jelas dia.
Pelaksanaan UPK ini tak hanya diikuti siswa dari rombel SKB saja. Melainkan ada pula yang dari rombel Kedungsari, Kecamatan Kemlagi. ’’Sebenarnya juga ada yang rombel Puri. Tetapi, karena yang rombel di Kecamatan Puri siswanya jauh-jauh, dari Trawas Pacet dan sebagainya, akhirnya UPK-nya tetap dilaksanakan di Puri,’’ tutur Hatta.
Dia menambahkan, dengan keikutsertaan siswa dalam ujian kejar paket ini, kelulusan dan ijazahnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai kriteria dan ketentuan dari Kemendikdasmen. Tidak hanya itu, peserta didik juga dapat mengembangkan potensi dirinya, dari hasil yang telah didapat dari pendidikan kesetaraan. ’’Bisa digunakan nantinya untuk bekerja, berwiraswasta, maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan, jika mereka ingin melanjutkan ke pendidikan formal, untuk usia yang masih sekolah pun masih bisa,’’ pungkasnya.
Dirinya juga berharap, ke depan agar masyarakat luar lebih sadar adanya pendidikan nonformal yang bisa ditempuh sebagai solusi mengenyam pendidikan baik bagi anak-anak yang homeschooling dan masyarakat yang mau belajar untuk memperoleh ijazah. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi