MOJOKERTO RAYA – Ribuan lulusan SMP di Mojokerto Raya tahun ini dipastikan tidak semua bisa mendaftar ke SMA maupun SMK negeri. Sebab, daya tampungnya dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) di tahun ajaran 2025/2026 ini terbatas. Tidak sebanding dengan jumlah lulusan yang ada.
Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Imron Rosadi mengatakan, tahun ini, SMA maupun SMK negeri di Mojokerto Raya hanya menyediakan daya tampung 10.356 kursi bagi calon siswa baru.
Daya tampung tersebut tersebar di 14 SMA dan 10 SMK negeri.
’’Tahun ini, daya tampung di SMA negeri ada 5.292 kursi, sedangkan di SMK negeri mencapai 5.064 kursi,’’ katanya, kemarin. Padahal, berdasarkan data satuan pokok pendidikan (dapodik), tamatan SMP di Mojokerto Raya untuk tahun ajaran 2024/2025 mencapai 14.537 siswa. Belum lagi, data dari Dispendukcapil Kabupaten maupun Kota Mojokerto. Disebutkan, data remaja berusia 15-16 tahun yang akan masuk dalam daftar calon siswa baru tingkat SMA dan SMK negeri tercatat mencapai 20.601.
’’Kalau negeri memang daya tampungnya terbatas. Oleh karenanya, dalam sesi SPMB ini ada keterlibatan sekolah swasta juga untuk mengakomodir mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri,’’ ulasnya.
Imron menambahkan, berdasarkan sosialisasi SPMB tingkat SMA/SMK yang dibuka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Rabu (16/4) lalu, Dinas Pendidikan Provinsi Jatim juga tengah menyiapkan kuota khusus. Hal itu diharapkan dapat menjadi solusi bagi siswa yang tidak terserap dalam daya tampung sekolah negeri.
’’Informasinya, ada wacana biaya sekolah gratis di sekolah swasta yang akan ditanggung Pemprov Jatim,’’ tandasnya. Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan lebih detail terkait pelaksanaan wacana tersebut. Sebab, hingga kini cabdindik masih menunggu arahan lebih lanjut dari provinsi. ’’Untuk kebijakan (wacana) ini kami masih menunggu arahan dari dinas provinsi. Dan, baru akan mempersiapkan langkah-langkah teknis di lapangan jika sudah ada arahan,’’ tukasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi