KOTA - Dalam waktu dekat, satuan madrasah di Kota Mojokerto bakal menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Rencananya, kurikulum ini akan digunakan sebagai penyempurnaan atas Kurikulum Merdeka yang berjalan saat ini.
Diungkapkan Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto Pipin Sugiyanto menuturkan, beberapa waktu lalu, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) telah menggelar survei pelaksanaan KBC ke seluruh kantor Kemenag. Termasuk di Kemenag Kota Mojokerto. ’’Pengisian kuesioner untuk survei apakah daerah tersebut sudah mulai penerapan atau belum. Kebetulan di Kota belum, karena memang baru dicanangkan tahun ini,’’ ungkapnya.
Menurutnya, KBC bukanlah kurikulum pengganti melainkan pengayaan terhadap kurikulum pada lembaga pendidikan Islam. ’’Alhasil, nantinya tidak akan menggantikan kurikulum yang sudah ada. Tetapi, hanya menjadi penyempurna saja,’’ terang dia.
Dia menambahkan, KBC diimplementasikan sebagai koreksi terhadap pendekatan pendidikan agama yang selama ini terlalu menekankan aspek kognitif dan rutinitas seremonial. Kurikulum ini dinilai akan mengoptimalkan penanaman rasa cinta dan kepedulian di lingkup madrasah. ’’Jadi seperti penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5 RA) di madrasah, tetap ada meskipun nantinya KBC diterapkan,’’ ulas Pipin.
Saat ini, tambahnya, Dirjen Pendis juga masih tengah menggelar uji publik untuk penerapannya. Praktis, untuk di madrasah Kota Mojokerto sendiri juga masih menunggu informasi lebih lanjut untuk waktu penerapannya. ’’Sementara saat ini belum, kita juga masih menunggu arahan kapan mulai diterapkan,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi