Tak Lolos di Reguler, Dialihkan ke Jalur Sebaran
MOJOKERTO RAYA - Sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025 telah ditetapkan untuk menggantikan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK. Jalur domisili yang menggunakan sistem rayonisasi diplot menggantikan jalur zonasi.
Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Imron Rosadi menuturkan, tahun ini SMA dijatah kuota 35 persen untuk jalur domisili. Kuota tersebut dibagi menjadi dua jalur, yakni domisili reguler dan sebaran. ”Domisili reguler disediakan kuota 20 persen. Sedangkan yang sebaran hanya 15 persen,” katanya, kemarin.
Dia menjabarkan, 20 persen untuk jalur domisili reguler atau calon murid baru, didasarkan pada nilai rapor dan indeks sekolah. Namun, jika ada nilai yang sama, seleksi akan dipatok dari jarak rumahnya terdekat dengan sekolah. ”Jadi jika ada calon murid yang berada di wilayah dalam rayon sekolah, nanti akan diperingkat berdasarkan kriteria pemeringkatan jalur domisili SMA sampai dengan mencapai kuota 20 persen dari daya tampung satuan pendidikan,” imbuhnya.
Dia menyebutkan, pemeringkatan didasarkan pada nilai akademik, jarak domisili terdekat dengan sekolah tujuan, usia calon murid baru, dan waktu pendaftaran. Akan tetapi, jika calon murid tidak diterima pada jalur domisili reguler (20 persen), maka mereka akan diperingkat pada jalur domisili sebaran (15 persen).
Yang mana, di masing-masing kelurahan/desa dengan pemeringkatan yang sama dengan jalur domisili reguler. Pada jalur domisili sebaran ini calon murid baru bisa memilih sekolah yang terdapat di masing-masing kelurahan/desa yang memiliki SMA dalam satu rayon. ”Artinya jika ada SMA di salah satu kelurahan/desa kuotanya belum terpenuhi, maka yang tidak diterima domisili reguler akan dialihkan ke domisili sebaran,” jelasnya.
Saat ini SPMB SMA/SMK masih tahap sosialisasi juknis hingga Mei. Sementara pra pendaftaran dimulai pada 19 Mei mendatang. Meliputi proses entri, verifikasi, dan pembetulan nilai rapor. Sedangkan pelaksanaan pendaftaran baru dibuka Juni mendatang. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi