KABUPATEN - Ratusan guru di Kabupaten Mojokerto semringah. Mereka dinyatakan lolos seleksi administrasi mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) untuk meningkatkan mutu pendidikan tahun anggaran 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono mengatakan, peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Mojokerto menjadi fokus tiap tahun. Tak sekadar melakukan perbaikan infrastrukturnya, melainkan juga termasuk meningkatkan sumber daya manusianya. ’’Dalam meningkatkan SDM di lingkungan pendidikan, target kami salah satunya seluruh guru di Kabupaten Mojokerto harus mengikuti PPG dalam jabatan,’’ ungkapnya.
Program PPG dalam jabatan itu selaras dengan komitmen pemeritah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dari berbagai sektor. Langkah itu juga sudah diterapkan beberapa tahun belakangan sebagaimana program pemerintah pusat. Pun demikian, tahun ini, ribuan guru juga diusulkan dalam peningkatan kemampuan tersebut. ’’Jika tahun lalu ada 1.448 guru, tahun ini yang lolos administrasi ada 849 guru,’’ tegasnya.
Rinciannya 756 guru melalui jalur Kemendikdasmen dan 93 guru jalur Kemenag. ’’756 yang jalur Kemendikdasmen ini guru tertentu tahun 2025 untuk jenjang TK sampai SMP. Sedangkan 93 guru PPG PAI untuk yang di Kemenag,’’ urainya.
Kendati ada ratusan guru yang sudah dinyatakan lolos, dispendik belum mengetahui pasti berapa yang bakal mengikuti PPG dalam jabatan tahun ini. Sebab, sejauh ini daerah juga masih menunggu kuota pasti dari kementerian. ’’Angka itu tadi yang dinyatakan lulus administrasi tinggal menunggu kuota pendidikan saja. Karena peserta PPG juga harus memperhatikan kemampuan keuangan negara untuk membayar tunjangangan profesi gurunya nanti jika lulus,’’ tegasnya.
Pihaknya memastikan, PPG ini tidak dipungut biaya alias gratis. Sehingga kemmapuan masing-masing guru yang menjadi tolok ukur kelolosan mereka. ’’Kalau yang PPG dalam jabatan atau guru tertentu hanya mendaftar dan melengkapi administrasi saja, ujian-ujiannya nanti saat pendidikan. Peserta tidak dipungut biaya,’’ tandasnya.
Pelaksanaan pendidikan profesi guru baik untuk guru ASN maupun non-ASN yang belum memiliki sertifikasi profesi sangat penting dilakukan. Sebab, upaya ini bertujuan memastikan setiap guru memiliki kompetensi yang layak untuk mengajar di sekolah. ’’Dengan adanya standar kompetensi yang lebih tinggi, diharapkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah juga makin baik. Ini sekaligus menjadi upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan, termasuk untuk para pendidiknya,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi