FITRAH penciptaan setiap anak pasti beragam. SMP Negeri 1 Sooko menjadi lembaga yang menghadirkan pembelajaran menyenangkan pada murid dengan memetakan potensi dan keragaman.
Berpegang pada visi ’’Terwujudnya Insan yang Sehat, Berakhlak Mulia, Berprestasi, Berbudaya Lingkungan serta Ramah Anak’’, di bawah kepemimpinan Sutrisno Slamet, SMPN 1 Sooko menggaungkan jargon SEMU SI DARA. ’’Semu Si Dara ini akronim dari Sehat, Berakhlak Mulia, Berprestasi, Berbudaya Lingkungan dan Ramah Anak. Sesuai dengan visi SMPN 1 Sooko,’’ kata pria yang kini menjabat sebagai Plt Kepala SMPN 1 Sooko tersebut.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pihaknya berupaya mewujudkan pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif. Sekolah yang baru saja memperoleh gelar Adiwiyata Mandiri tahun lalu ini, mengutamakan adab, dan juga menjadikan ekstrakurikuler sebagai salah satu kunci pembelajaran yang mutlak dilakukan. ’’Dengan adanya Kurikulum Merdeka, SMPN 1 Sooko menemukan wadah yang sesuai dengan kondisi lingkungan serta visi dan misi sekolah,’’ paparnya.
Slamet menjelaskan, penerapan Kurikulum Merdeka memberikan kesadaran bahwa setiap anak itu cerdas, berbakat di bidang mereka masing-masing. Pihaknya mencontohkan, banyak siswa SMPN 1 Sooko yang turut berprestasi di nonakademik. ’’Kami fokus pada potensi pada anak tetapi tidak menuntut nilai akademik harus baik. Tantangan saat ini, kita sebagai guru bisa mengubah cara pandang murid tersebut agar dapat percaya diri dengan kemampuan mereka,’’ jelas dia.
Benar saja, dalam kurun setahun terakhir, SMPN 1 Sooko berhasil menggawangi kejuaraan bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi yang ditorehkan mulai dari tingkat daerah, provinsi hingga nasional. ’’Bahkan untuk anak-anak yang akademik, mereka rutin mengikuti lomba mandiri secara online,’’ paparnya.
Namun demikian, adanya Kurikulum Merdeka telah memfasilitasi keberagaman. Slamet menilai, kurikulum ini memberikan kesadaran sekolah. Yang mana, semua proses siswa bahkan di luar kelas pun adalah kegiatan belajar. Pihaknya juga mendorong para gurunya untuk belajar di tempat lain, sehingga guru mendapat pemahaman yang lebih baik. ’’Untuk mendukung Kurikulum Merdeka ada beberapa kegiatan siswa di SMP Negeri 1 Sooko ini yang sudah berjalan. Total ada 11 ekstrakurikuler yang tersedia, harapannya bisa mewadahi bakat dan talenta peserta didik,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi