Imbas Kebijakan Pengeprasan Anggaran
KABUPATEN - Pemangkasan anggaran juga berdampak pada keberlangsungan pembelajaran di madrasah. Di lingkup Kementerian Agama (Kemenag) RI, efisiensi tersebut menyebabkan pengurangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ini.
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto Ama Noor Fikry membenarkan adanya informasi tersebut. Kendati demikian, belum ada petunjuk resmi dari Kanwil Kemenag Provisi Jawa Timur atas tindak lanjut keputusan tersebut. ’’Kita masih menunggu dari kanwil untuk informasi lebih lanjutnya,’’ kata dia.
Secara resmi, berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Ditjen Pendidikan Islam mendapatkan kuota efisiensi sebesar Rp 10,093 triliun dari total anggaran sebesar Rp 36,204 triliun. Pemotongan tersebut berdampak langsung pada berbagai sektor, termasuk dana BOS MI, MTs, dan MA. ’’Untuk nominal terbaru masing-masing jenjang, kita juga belum dapat informasi dan sosialisasi lagi,’’ terang Fikry.
Pengurangan dana operasional, lanjutnya, dinilai memang dapat menghambat berbagai program dan kegiatan pendidikan. Sebab, selama ini anggaran tersebut dialokasikan untuk pembelian buku, alat tulis, dan peralatan pendidikan lainnya. ’’Semua kebutuhan pembelajaran, selama ini dikovernya pakai dana BOS,’’ imbuh dia.
Kendati demikian, dengan adanya kebijakan tersebut, dia berharap tetap ada solusi untuk menginstruksikan penyesuaian melalui mekanisme revisi anggaran. Pihaknya masih terus menanti kebijakan lebih lanjut dari kanwil untuk di-breakdown ke daerah. ’’Semoga tetap ada harapan baik dari imbas efisiensi anggaran ini dan menjadi jalan tengahnya, kita tinggal menunggu saja,’’ pungkas Fikry. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi