Dinas Luar Dikurangi, Naik Pesawat Kelas Ekonomi
MOJOKERTO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan beberapa pos anggaran penting di bidang pendidikan tak akan terpengaruh kebijakan efisiensi anggaran. Di antaranya dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan program Indonesia pintar (PIP) yang sudah berjalan sebelumnya.
’’Sekolah tidak berpengaruh. Sehingga dana BOS dan PIP itu tetap kami terima sesuai APBN 2025. Dan tidak ada pengurangan,’’ kata Mu’ti saat menghadiri peresmian gedung Mutia Exbhition Center SMK Mutia, Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (8/2) lalu.
Dia menuturkan, pemangkasan anggaran merupakan bagian dari upaya efisiensi yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Namun, anggaran untuk program-program pendidikan, lanjut dia, seperti BOS dan PIP tetap berlanjut. ”Tidak terdampak efisiensi anggaran,” imbuhnya.
Meski demikian, dalam kementerian efisiensi anggaran tetap dilakukan. Dengan menerapkan pola penyesuaian kegiatan rapat dan dinas luar kota. ’’Untuk efisiensi kami sepenuhnya mengikuti kebijakan presiden,” tegasnya.
Penyesuaian anggaran tersebut, lanjut dia, menyesuaikan dengan program perjalanan dinas, operasional kantor, serta semua yang berkaitan dengan rapat-rapat yang biasa digelar di luar kementerian. ”Sehingga nanti (rapatnya) kita akan selenggarakan di kementerian," imbuhnya.
Abdul Mu'ti lantas mencontohkan, untuk perjalanan dinas, misalnya. Kementerian bakal menggunakan pesawat kelas ekonomi, termasuk bagi menteri. Bahkan, jika dibutuhkan menginap pihaknya akan menggunakan gedung yang dikelola oleh kemendikdasmen. ”Jadi, kalau saya ke daerah dan diperlukan menginap, saya usahakan menginapnya di tempat yang dikelola oleh UPT kemendikdas di provinsi," ungkapnya.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini menambahkan, efisiensi anggaran ini akan berlaku bagi semua pegawai kementerian. Dengan prinsip mengedepankan hidup sederhana memanfaatkan pos anggaran yang ada. ’’Semua langkah ini dilakukan dalam rangka efisiensi anggaran dan membangun hidup sederhana di lingkungan kementerian,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi