KOTA - Kemampuan dan bakat siswa SMAN 2 Mojokerto di bidang ilmu jurnalistik dan literasi digital diasah melalui Jurnalis Mengajar yang digelar Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM), Rabu (5/2).
JPRM ingin hadir dan terlibat langsung mengedukasi siswa SMAN 2 Mojokerto untuk meningkatkan kemampuan menulis dan berliterasi.
Terlebih, selama ini mereka memiliki ketertarikan yang baik terhadap ilmu jurnalistik. Hal itu dibuktikan dalam berbagai liputan kegiatan sekolah, dan akan me-launching majalah kolaborasi siswa dan guru. ’
’Kami berharap ini bisa bermanfaat bagi siswa untuk menambah wawasannya,’’ ujar Waka Kesiswaan SMAN 2 Mojokerto Shyndu Utomo.
Di tengah mudahnya akses penyebaran informasi, JPRM hadir memberikan pelatihan jurnalistik. Dengan harapan, agar generasi muda mempunyai soft skill menulis dan menyaring informasi dengan baik.
”Sebanyak 50 siswa yang mengikuti pelatihan ini merupakan gabungan dari beberapa ekstrakurikuler yang berkaitan dengan publikasi media sekolah,” imbuhnya.
Meliputi komunitas literasi, komunitas fotografi, dan desian grafis, dan perwakilan OSIS MPK.
Para siswa kelas X dan XI ini lantas mendapat materi tentang teknik penulisan berita, fotografi, serta desain grafis produk jurnalistik JPRM. Materi penulisan berita, disampaikan Pemimpin Redaksi JPRM Fendy Hermansyah.
’’Agar lebih bijak berkomunikasi di zaman sekarang, kita harus bisa memanfaatkan media sosial lebih bijak sebagai wadah menulis maupun membaca. Dan pastinya, kita juga harus cukup jeli menghindari berita hoaks,’’ paparnya.
Disusul dengan penjelasan materi teknik fotografi yang disampaikan fotografer JPRM Sofan Kurniawan.
Dan dipungkasi dengan materi desain grafis oleh Doan Wilyana, desain grafis JPRM. Menurutnya, penggunaan AI dalam membuat desain memang diperbolehkan.
Namun, dia mengimbau sebaiknya siswa tidak tergantung dan menjadikan AI sebagai kebutuhan.
”Sebaliknya, kita harus tetap kreatif dan punya konsep sebelum merancang desain suatu majalah, buletin, atau produk cetak lainnya,’’ terangnya.
Jurnalis Mengajar ini berlangsung interaktif. Para siswa secara bergilir mengajukan beberapa pertanyaan dan berdiskusi dengan pemateri. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi