Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pasca Insiden Outing Class, Siswa SMPN 7 Mojokerto Rasakan Trauma

Indah Oceananda • Senin, 3 Februari 2025 | 15:00 WIB
PENYEMBUHAN: Siswa SMPN 7 Mojokerto saat doa bersama saat tiba di Mojokerto usai kembali dari kegiatan outing class di Pantai Drini, Gunungkidul, Selasa (28/1) malam.
PENYEMBUHAN: Siswa SMPN 7 Mojokerto saat doa bersama saat tiba di Mojokerto usai kembali dari kegiatan outing class di Pantai Drini, Gunungkidul, Selasa (28/1) malam.

KOTA - Siswa SMPN 7 Kota Mojokerto mengaku masih merasakan trauma pasca peristiwa yang merenggut empat korban jiwa, saat rangkaian kegiatan outing class di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta. Mereka trauma berat lantaran melihat langsung, insiden 13 siswa yang terseret ombak laut selatan (rip current).
MA, salah satu siswi SMPN 7 Mojokerto mengungkapkan, beberapa siswa, utamanya yang duduk di kelas VII, masih teringat pada insiden tersebut. Saat proses pembelajaran Kamis (30/1) lalu, masih ada siswa yang menangis dan sedih. ’’Saya ikut prihatin dan sedih, karena yang meninggal dunia itu semua adalah teman dekat saya,’’ ungkap pelajar 15 tahun tersebut.
MA menuturkan, dalam rangkaian destinasi kegiatan itu, Pantai Drini hanya menjadi tempat singgah atau istirahat untuk sarapan. Bukan sebagai tempat kegiatan outing class. ’’Sebenarnya untuk outing class tidak ke pantai, melainkan ke tempat-tempat yang bisa menambah pengetahuan. Seperti saya dulu ke museum kereta api di Semarang bukan malah ke pantai,’’ bebernya.
Pemerintah Daerah Kota Mojokerto, telah mengeluarkan kebijakan yaitu membatasi kegiatan outing class pasca kejadian yang dialami rombongan SMPN 7. Dirinya berharap, kegiatan outing class tetap ada di sekolah untuk pembelajaran di luar kelas, sekaligus menambah pengalaman bagi siswa. ’’Semoga outing class masih tetap ada, tapi dengan syarat tidak ke pantai tapi ke tempat-tempat yang mengandung ilmu. Tetap berhati hati dan patuhi perintah dari guru,’’ pungkasnya.
Kepala Dikbud Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menuturkan, selain 9 korban yang selamat, trauma healing juga akan digelar bagi peserta didik SMPN 7 Mojokerto. Pihaknya akan menggandeng Kemenag, Dinas Sosial dan Dinkes PPKB Kota Mojokerto untuk melaksanakan kegiatan tersebut. ’’Minggu ini kita lakukan trauma healing untuk siswa yang ikut outing class di sekolah,’’ pungkasnya. (oce/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Pantai Drini Gunungkidul #trauma #Doa Bersama #smpn 7 kota mojokerto #healing #korban tenggelam