Sekolah sak ngajine. Itulah tagline program pendidikan yang selama ini digulirkan SDN Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Di bawah kepemimpinan Misbakhul Khoiri, sekolah tersebut bahkan mampu mencetak generasi penghafal Alquran surah-surah pendek.
Tahun 2025 ini, menjadi tahun ketiga pelaksanaan program Gema Juza dan berhasil mengantarkan 10 anak menjalani wisuda hafalan Alquran. Masing-masing dari kelas 2, 3, dan 6. ”Selama tiga tahun ini, kita sudah mencetak 31 siswa penghafal Alquran,” katanya kemarin.
Hafalan Alquran, lanjut Khoiri, menjadi program utama SDN Kutorejo. Hal itu sejalan dengan branding sekolah sak ngajine. ”Setiap siswa yang telah meraih sertifikat Gema Juza akan mendapat apresiasi dari sekolah. Per anak kita kasih hadiah Rp 250 ribu,” ujarnya.
Di samping hafalan Alquran setiap Sabtu pagi, SDN Kutorejo juga menerapkan pembiasaan program keagamaan lainnya. Seperti, mengaji bersama sebelum pembelajaran, pada Selasa, Rabu, dan Kamis. Serta menjalankan salat Duha dan istighotsah setiap Jumat. ”Kegiatan mengajinya dibimbing guru TPQ dari Desa Kutorejo sendiri,” jelasnya.
Misbakhul Khoiri berharap, dengan digencarkannya program tersebut, ke depan akan semakin banyak siswa yang menghafal Alquran. Sebab, dengan mempelajari, menghafal, sekaligus menerapkan kandungan isi Alquran sejak dini akan lahir generasi bangsa yang Qurani, jujur, amanah, dan bertanggung jawab. ”Semuanya harus ada kerja sama yang bagus, saling mendukung dari sekolah, orang tua, komite sekolah, dan pemerintah,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi