Visi menjadi lembaga terdidik, bermoral, berprestasi, beriman, dan berkepribadian budaya bangsa terus diwujudkan SMP Negeri 2 Pungging. Wujud nyata itu dibuktikan melalui berbagai program inovatif. Salah satunya lewat memorandum of understanding (MoU) dengan Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.
Penandatanganan tersebut dibarengi dengan workshop bertema: Integrasi Karakter dalam Pembelajaran. Kegiatan ini dihadiri oleh guru SMPN 2 Pungging, dan tiga narasumber utama. Meliputi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono, Pengawas Pembina SMPN 2 Pungging Sunartono, dan Kepala Laboratorium Pendidikan Fakultas Psikologi Untag Karolin Rista.
’’MoU ini bertujuan memberikan dukungan kepada para guru dalam meningkatkan kompetensi profesional. Terutama, dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran,’’ ujar Kepala SMPN 2 Pungging Mochammad Salam Yusuf. Workshop ini sekaligus menjadi langkah awal kerja sama yang dirancang untuk memperkuat kemampuan guru. Khususnya, dalam membimbing siswa secara akademik, moral, dan karakter melalui pendekatan psikologi.
’’Program ini juga sejalan dengan slogan Spendapung Orisinal (olahraga, intelektual, seni, dan berakhlak) yang mendorong siswa menjadi individu cerdas, kreatif, dan berbudi pekerti luhur,’’ paparnya.
Waka Humas SMPN 2 Pungging Putri Indah menambahkan, MoU tersebut memang mendukung visi sekolah dalam mencetak generasi muda yang bermoral, berprestasi, dan berkepribadian budaya bangsa. Karenanya, dia berharap, melalui kerja sama ini, SMP Negeri 2 Pungging dapat semakin meningkatkan kualitas pembelajaran.
’’Sekaligus memperkuat nilai-nilai karakter siswa, dan menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan di era global. Dengan landasan moral dan budaya bangsa yang kuat,’’ tandasnya. Turut hadir dalam acara tersebut adalah dua perwakilan dari Fakultas Psikologi Untag Surabaya. Masing-masing Dr Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi, M.Si, Psikolog (Dekan), dan Dr Mamang Efendy, S.Pd, M.Psi (Kaprodi S1 Psikologi). (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi