Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

10 Contoh Kegiatan MPLS Anti Mainstream dan Edukatif Bagi Calon Siswa Baru

Imron Arlado • Rabu, 10 Juli 2024 | 02:05 WIB

 

MPLS
MPLS

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Tahun ajaran baru 2024 ditandai dengan adanya  pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut peserta didik tahun ajaran baru.

Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru, MPLS merupakan salah satu bentuk dukungan proses pembelajaran.

Program MPLS bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta didik baru tentang lingkungan sekolah, aturan-aturan, fasilitas-fasilitas yang tersedia, serta memperkenalkan siswa baru kepada guru-guru dan staf sekolah.

Berikut 10 rekomendasi kegiatan MPLS 2024 yang anti mainstream dan edukatif bagi calon siswa baru:

  1. Safari Sekolah

Masa MPLS merupakan waktu pengenalan lingkungan sekolah untuk siswa baru. Dalam kegiatan ini, siswa akan mengelilingi sekolah dengan didampingi guru atau OSIS untuk mengenali ruangan-ruangan yang ada di sekolah tersebut.

Dalam menjelaskan setiap titik yang dikunjungi siswa. guru atau OSIS harus aktif agar kegiatan tidak membosankan.

  1. Demonstrasi Ekstrakurikuler

Demonstrasi ekstrakurikuler adalah kegiatan yang memberikan gambaran kepada siswa baru sebelum memilih kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

Dalam acara ini, siswa ajaran baru dapat mengenal lebih dekat dan diberikan kesempatan untuk memilih ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan keinginan mereka masing-masing.

  1. Unjuk Bakat Kelompok

Setiap kelompok siswa ajaran baru diminta untuk menunjukkan kreativitasnya melalui talent show (unjuk bakat), seperti menyanyi, menari, drama, dan sebagainya.

Kegiatan ini bertujuan sebagai penumbuh kembang kreativitas, interaksi sosial, dan menggali potensi para siswa. 

  1. Pameran Karya Seni

Para siswa ajaran baru diminta untuk berkreasi di bidang seni seperti melukis, menggambar, dan membuat kerajinan tangan (handmade) yang akan dipamerkan di lapangan atau aula saat masa MPLS.

Kegiatan ini bertujuan supaya siswa belajar bersosialisasi positif, eksplor beragam karya seni, dan belajar bertanggung jawab.

  1. Kreasi Kebun Mini

Kreasi kebun mini adalah kegiatan yang mengajak siswa baru untuk menanam berbagai tumbuhan di pot yang sudah dihias semenarik mungkin.

Kemudian, diletakkan di taman kecil yang ada di sekolah atau depan kelas masing-masing yang bertujuan agar siswa mengetahui pertumbuhan tanaman.

  1. Bazar Kewirausahaan Tiap Kelompok

Setiap kelompok siswa ajaran baru diminta untuk menunjukkan kreativitas di bidang kewirausahaan dengan bebas memproduksi berbagai barang.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana siswa ajaran baru untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaannya.

  1. Secret Letter

Ketika masa MPLS selesai, siswa ajaran baru diminta untuk membuat sepucuk surat rahasia yang ditujukan untuk teman sebayanya atau kakak OSIS yang telah mendampingi selama kegiatan MPLS.

Surat tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan kesan dan pesan selama masa MPLS kepada sesama peserta atau bagi kakak pendamping.

  1. Pengarahan Anti Bullying di Lingkungan Sekolah

Dalam kesempatan adanya kegiatan MPLS, hendaknya siswa ajaran baru diberikan pengarahan mengenai anti bullying di lingkungan sekolah.

Pengarahan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada siswa ajaran baru untuk menghindari perilaku perundungan dan menjadi langkah jitu mencegah kasus bullying di sekolah.

  1. Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa)

Kegiatan Perjusa merupakan acara yang dilaksanakan di akhir masa MPLS. Pelaksanaan Perjusa ini bertujuan untuk memeriahkan kegiatan MPLS.

Kegiatan ini dapat membangun karakter siswa yang intelektual, mandiri, dan memiliki jiwa pemberani serta berkompetisi.

  1. Upacara Pembukaan dan Penutupan Menggunakan Pakaian Tradisional

Dalam menyambut siswa ajaran baru, kepala sekolah bersama guru dan staff menggunakan baju adat yang berbeda-beda agar kegiatan MPLS terlihat berkesan.

Kegiatan ini bertujuan supaya siswa ajaran baru tetap belajar mengenai adat budaya dan suku yang ada di Indonesia. (Salsa Virly Khabilta)

Editor : Imron Arlado
#Tahun Ajaran Baru 2024 #kewirausahaan #bazar #mpls anti mainstream #kegiatan MPLS #mpls #siswa baru #Edukatif