KOTA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto menjanjikan pengadaan bantuan kain seragam sekolah bakal dibagikan sebelum tahun ajaran baru 2024/2025. Saat ini, sampel bahan kain masih dalam proses uji laboratorium.
Plt Kepala Dikbud Kota Mojokerto Ruby Hartoyo mengungkapkan, proses pengadaan bantuan seragam sekolah sudah hampir rampung.
Sejak diproses e-katalog akhir April lalu, kain kini sudah masuk tahap produksi. ’’Kemarin hasil sampelnya sudah kita ambil untuk kita tes lab dahulu,’’ tandasnya, kemarin.
Dikatakannya, uji laboratorium menjadi tahap akhir sebelum bantuan dibagikan kepada peserta didik baru. Terdapat enam sampel kain yang dites untuk mengetahui kesesuaian mutu dan kualitas masing-masing.
Terdiri dari kain putih, merah (SD), biru (SMP), pramuka, dan seragam khas Kota Mojokerto. Sejak diajukan Selasa (25/6), proses uji lab akan rampung akhir pekan ini. ’’Dijanjikan tuntas lima hari, jadi Sabtu (29/6) sudah selesai,’’ jelas Ruby.
Tahun ini, Dikbud Kota Mojokerto mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar untuk program seragam gratis. Bantuan berupa kain itu diberikan kepada siswa yang telah dinyatakan diterima berdasarkan hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) di jenjang SD dan SMP negeri/swasta.
Masing-masing siswa dijatah tiga setel kain seragam. meliputi seragam nasional, seragam khas, dan pramuka.
’’Kalau hasil tes lab sudah sesuai, sudah tinggal dikirim nanti,’’ tandas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Mojokerto ini.
Dia menyatakan, bantuan kain seragam ditarget mulai diproses untuk disalurkan setelah tahap pendaftaran ulang 2-3 Juli nanti.
Diestimasikan, jumlah peserta didik baru jenjang SD/MI yang akan mendapatkan bantuan kain seragam gratis sebanyak 2.545 anak. Sedangkan untuk tingkat SMP/MTs kurang lebih 6.360 siswa.
’’Data pastinya nanti dari hasil daftar ulang, karena itu list terakhir dari peserta didik baru yang diterima saat PPDB,’’ imbuhnya.
Selain seragam, siswa baru juga bakal diberikan bantuan tas dan sepatu. Perlengkapan sekolah tersebut tahun ini dialokasikan dengan total anggaran kurang lebih Rp 800 juta.
’’Untuk pembagiannya nanti kami drop ke sekolah-sekolah sebelum tahun ajaran baru,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi