KOTA - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Mojokerto di jalur zonasi resmi ditutup, kemarin (27/6). Hingga hari terakhir pendaftaran, di tiga sekolah negeri, masih terdapat puluhan kursi belum terisi.
Sejak dibuka Senin (24/6) lalu, pendaftaran online PPDB jalur zonasi ditutup pukul 13.00 kemarin. Di jenjang SMP negeri, dari total kuota sebanyak 1.381 kursi dipastikan sudah terpenuhi.
”Dari 9 SMP negeri, semua pagu sudah terisi,” terang Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo.
Dia menjelaskan, sebagian besar sekolah terpenuhi dari warga dalam Kota Mojokerto.
Hanya 3 lembaga yang menampung pendaftar dari luar daerah. Masing-masing di SMPN 5 dengan jumlah 4 pendaftar, SMPN 7 dengan 3 pendaftar, dan SMPN 8 sebanyak 38 pendaftar.
Tak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, persaingan ketat berada di SMPN 9, dengan jarak terjauh pendaftar hanya 706 meter dari sekolah. Di jalur zonasi, lembaga pendidikan di Jalan Semeru, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini menampung 124 kursi.
”Karena di sekitarnya permukiman yang padat, sehingga persaingan di jalur zonasi juga ketat,” ulas dia.
Lain halnya dengan jenjang SD negeri, karena dari 44 lembaga belum sepenuhnya terpenuhi. Ruby menyebutkan, dari total pagu 1.272 kursi, masih tersisa 39 kursi kosong.
”Ada tiga sekolah yang pagunya belum terpenuhi,” ujarnya. Kekosongan terbanyak berada di SDN Mentikan 3, Kecamatan Prajurit Kulon. Dari kuota 28 kursi, masih terdapat 22 kursi yang tidak terisi. Selain itu, di SDN Jagalan tersisa 11 kursi, dan SDN Sentanan menyisakan 6 kursi.
Ruby menambahkan, kursi yang masih lowong masih berpeluang untuk dipenuhi. Namun, pendaftaran dilakukan secara offline.
”Kami masih memberi kesempatan bagi anak-anak kota maupun dari luar kota yang belum mendapatkan sekolah,” tandas pria yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Mojokerto ini.
Sementara itu, pengumuman penerimaan secara resmi akan dilakukan pada 1 Juli mendatang. Bagi yang dinyatakan diterima, peserta wajib daftar ulang pada 2-3 Juli nanti. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi