TIDAK semua sekolah, khususnya sekolah dasar (SD) memasukkan permainan angklung sebagai ekstrakurikuler atau ekskul. Namun, di SDN Banjaragung 1, Kecamatan Puri keterampilan seni angklung menjadi ekskul satu-satunya di Kabupaten Mojokerto.
Kepala SDN Banjaragung 1 Alifah Nanik Hidayatin mengatakan, angklung adalah salah satu alat musik tradisional yang perlu dilestarikan. Untuk mengasah keterampilan, ekskul angklung ini diharapkan meningkatkan antusias siswa, agar berani menampilkan karya kreasi mereka di depan publik. ”Dengan kegiatan ini anak-anak dapat mencintai alat musik tradisional, dan tidak terlalu fokus kepada alat musik modern,” ungkapnya, kemarin.
SDN Banjaragung 1 juga memiliki visi mewujudkan peserta didik yang berkarakter, sehat, cerdas, paham literasi, dan berbudaya lingkungan. Setidaknya hal itu sudah diimplementasikan melalui program profil pelajar Pancasila. Terbaru, sekolah ini juga tengah bersiap menuju adiwiyata nasional. Dengan demikian, warga sekolah memiliki kebiasaan positif dalam upaya turut serta menjaga bumi agar tetap lestari. ”Sekolah kami menerapkan budaya peduli lingkungan di setiap proses pembelajaran, yang juga mencerminkan profil pelajar Pancasila,” tutur Alifah.
SDN Banjaragung 1 juga konsisten menerapkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS). Menurut Alifah, gerakan PBLHS bertujuan mendorong terjadinya aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan. ”Manfaatnya bagi sekolah, khususnya siswa maupun guru sangat luar biasa,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi