JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kepribadian yang dimiliki anak usia dini tentu saja sangat berbeda dengan kepribadian kakak ataupun adiknya.
Atau bahkan saudara kembar juga dapat memiliki tipe kepribadian yang berbeda-beda.
Kepribadian yang dimiliki anak umumnya bersifat genetik. Namun, seiring dengan pertumbuhannya, kepribadian anak dapat juga berkembang sesuai dengan lingkungan sekitarnya serta pendidikan dan stimulasi yang telah ibu berikan.
Pada dasarnya, kepribadian yang dimiliki anak dapat terlihat sejak ia masih bayi.
Namun, hal tersebut belum terlambat untuk memperhatikan kepribadian anak pada usia 5-6 tahunnya.
Untuk memberi pengetahuan kepada para bunda, berikut 4 tipe kepribadian anak menurut Florance Littauer di dalam bukunya yang berjudul Personality Plus For Parents yang telah disunting dari beberapa sumber.
- Sanguinis atau Kepribadian Populer
Pada anak usia dini yang memiliki tipe kepribadian sanguinis atau kepribadian populer biasanya cenderung lebih aktif.
Para bunda akan sering melihat buah hatinya sering berbicara baik dengan teman-temannya maupun dengan keluarga.
Anak yang mempunyai kepribadian ini sering dipuji banyak orang sebagai anak yang aktif serta periang.
Meskipun begitu, di dalam banyak kesempatan anak juga akan lebih cenderung untuk mencari perhatian dan kasih sayang hingga memainkan drama agar diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya.
- Koleris atau Kepribadian Kuat
Anak yang memiliki kepribadian Koleris ini sangat menyukai sebuah tantangan dan mudah untuk menyelesaikan berbagai tugas sulit.
Anak dengan kepribadian ini akan merasa senang dengan berbagai tugas yang diberikan hingga merasa puas jika ia berhasil menyelesaikannya.
Meskipun begitu, anak yang suka bekerja ini juga selalu ingin mendapatkan pengakuan dari apa yang telah ia lakukan.
Jika ia tidak mendapatkan sesuai dengan harapannya, ia cenderung akan mengalami perubahan emosi menjadi lebih merasa sedih hingga marah karena merasa tidak puas.
- Melankolis atau Kepribadian Sempurna
Untuk anak yang memiliki kepribadian Melankolis ini biasanya dijuluki dengan “Si Pemikir”.
Ia akan cenderung diam dan sering berpikir tentang aktivitas yang ia lakukan.
Jika bunda mendapati anak sering berdiam diri dan suka dengan suasana yang tenang bisa jadi anak itu memiliki kepribadian ini.
Anak dengan kepribadian ini hanya membutuhkan dorongan dan kepekaan dari orang tuanya untuk memahami emosinya.
Emosi anak akan berubah jika hasil dari pekerjaannya tidak rapai atau mungkin tidak memenuhi standar yang ia buat sendiri.
- Plegmatis atau Kepribadian Damai
Anak yang memiliki kepribadian Plegmatis merupakan negosiator yang baik. Anak ini akan cenderung menunjukkan pribadi yang tenang hingga tidak banyak bicara.
Namun, ketika orang tuanya meminta anaknya untuk menceritakan ide-idenya, bisa jadi anak akan bercerita dengan runtut hingga penuh semangat.
Emosi yang dimiliki anak Plegmatis cenderung lebih stabil, mandiri dan dapat diandalkan. Mereka tidak mudah rewel, meskipun begitu ia juga memerlukan perhatian yang cukup dari orang tua maupun keluarganya.
Keempat tipe kepribadian anak di atas dapat menjadi pegangan bagi para bunda untuk dapat melihat kecenderungan kepribadian sang anak.
Namun, jangan terlalu kaku dalam menilai anak, mungkin juga anak memiliki kecenderungan dari dua kepribadian sekaligus. (Yeni Trihapsari)
Editor : Imron Arlado