Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jangan Biarkan Anak Manja, Coba 5 Cara Ini. Dijamin Ampuh

Imron Arlado • Rabu, 5 Juni 2024 | 00:07 WIB
Jangan biarkan anak manja. Coba langkah ini untuk menyelesaikannya.
Jangan biarkan anak manja. Coba langkah ini untuk menyelesaikannya.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Anak manja merupakan suatu sifat atau perilaku anak yang mudah marah, rewel, egois dan tidak mau mengalah.

Dampaknya menjadikan anak kurang mandiri, bertanggung jawab, hingga tidak dapat menghargai orang lain.

Penyebabnya cukup beragam, tetapi pada umumnya sifat manja ini muncul karena beberapa faktor orang tua dan lingkungannya.

Seperti pada faktor orang tua yang terlalu memanjakan anak seperti memberikan apa yang anak selalu inginkan tanpa ada batas, ada juga perilaku manja muncul disebabkan karena anak yang kurang perhatian orang tua dan kasih sayang karena orang tua yang terlalu sibuk bekerja.

Adapun faktor lingkungan seperti ketika bersama teman-temannya yang suka membully, guru yang tidak adil, atau lingkungan yang tidak aman sehingga dapat membuat anak manja yang merasa tidak dihargai hingga merasa tidak percaya diri.

Biasanya anak yang manja akan menunjukan perilaku manipulatifnya. Yang dimaksud perilaku manipulatif adalah seperti merengek, mengamuk, menangis atau biasanya melampiaskan emosi negatif jika keinginannya tidak dapat terpenuhi.

Mereka juga sering menuntut sesuatu sesuai dengan keinginannya tanpa memperhatikan situasi dan kondisi.

Berikut ini 5 tips mengatasi anak yang berperilaku manja yang telah disunting dari beberapa sumber.

Orang tua harus konsisten untuk memberikan pendidikan karakter terhadap anak.
Orang tua harus konsisten untuk memberikan pendidikan karakter terhadap anak.
  1. Konsisten

Seperti ketika anak ingin membeli mainan dan orang tua tidak memberikannya. Kemudian anak mengeluarkan jurus andalannya dengan merengek hingga menangis.

Ketika orang tua melihat dan mendengar anaknya menangis pastinya merasa tidak tega melihatnya hingga pada akhirnya memberikan apa yang anak inginkan.

Dari hal tersebut anak akan memahami bahwa ia akan mendapatkan apapun yang dia inginkan hanya dengan merengek dan menangis.

Oleh karena itu, bukan tidak mungkin si kecil akan merengek lebih kencang lagi jika permintaan-permintaan selanjutnya tidak orang tua turuti.

Maka dari itu, orang tua harus konsisten dengan aturan yang sudah mereka buat. Jika telah mengatakan ’’tidak” di awal, maka pertahankan kata tidak tersebut hingga akhir.

Walau merasa tidak tega melihat anak merengek dan menangis. Hal tersebut adalah salah satu tantangan untuk orang tua apakah dapat konsisten pada aturan atau tidak.

Bila anak menangis secara terus-menerus, ajak ia bicara secara baik-baik dan berikan alasan kenapa orang tua tidak bisa memberikan apa yang dia mau dengan memberi pilihan lainnya.

Jangan biarkan anak manja. Coba langkah ini untuk menyelesaikannya.
Jangan biarkan anak manja. Coba langkah ini untuk menyelesaikannya.
  1. Berikan hukuman

Memberikan hukuman kepada anak sebagai cara menghadapi dan mengatasi anak manja. Namun apabila terjadi salah dalam bertindak dapat membuat anak menjadi trauma.

Berilah hukuman kepada anak yang baik dan benar agar tidak menjadikan trauma bagi anak serta akan membuat ia belajar untuk tidak mengulangi hal buruk kembali.

Hindari memberi hukuman secara fisik kepada anak dan suara kencang karena hal tersebut dapat membuat anak menjadi trauma.

Sebagai contoh, ibu bisa menyita barang atau mainan kesukaannya ketika anak tidak merapikan kamar atau tempat tidurnya.

Menangis: Sesekali  anak harus di beri hukuman atau nasihat agar tidak terus menerus berperilaku manja. (foto.halodoc).
Menangis: Sesekali anak harus di beri hukuman atau nasihat agar tidak terus menerus berperilaku manja. (foto.halodoc).
  1. Menunjukkan perilaku baik dan buruk

Anak adalah peniru ulung orang tua atau seperti pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonya, sehingga ia bisa melakukan sesuatu karena terdapat contoh di hadapannya.

Untuk mengatasi anak yang berperilaku manja, orang tua bisa menunjukkan perilaku mana yang baik hingga yang buruk.

Seperti ketika ibu sedang pergi dan melihat ada anak lain yang merengek atau mengamuk karena sesuatu hal. 

Ibu bisa mengatakan kepada anak bahwa hal tersebut merupakan hal buruk hingga dapat mengganggu orang lain.

Menghadapi anak manja memang tidak mudah dan sangat menantang. Orang tua perlu sabar dalam mengajarkan anak untuk mengendalikan perasaan dan keinginannya.

Mengajak: Ajak anak untuk melakukan hal yang baik dan menghindari perilaku yang buruk. (foto. Jawa pos).
Mengajak: Ajak anak untuk melakukan hal yang baik dan menghindari perilaku yang buruk. (foto. Jawa pos).
  1. Komunikasi terbuka

Ajari anak untuk berkomunikasi secara terbuka tentang perasaan mereka.

Beri mereka ruang untuk berbicara tentang apa yang mereka rasakan, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana mereka bisa belajar untuk mengatasi perasaan manja tersebut.

Dengarkan mereka dengan penuh empati serta bantu mereka mengekspresikan diri secara sehat.

Berbicara: Mengajak bicara anak agar lebih terbuka kepada orang tua. (foto. Alodokter).
Berbicara: Mengajak bicara anak agar lebih terbuka kepada orang tua. (foto. Alodokter).
  1. Ajari anak mengolah emosi

Bantu anak untuk mengenali hingga mengungkapkan emosi mereka dengan cara yang sehat dan membangun.

Ajarkan mereka keterampilan untuk memecah masalah mereka serta  strategi mengatur emosi yang positif.

Cara  ini memang tidaklah mudah, akan tetapi orang tua dapat menerapkannya secara perlahan -lahan.

Misalnya, menenangkan anak yang sedang marah dan mengarahkan anak untuk melampiaskan emosinya.

Seperti berkata “Tidak apa-apa, kalau adik ingin menangis karena marah. Tapi jangan rusak barang, ataupun melukai diri sendiri atau orang lain. Ayo, kesini Mama peluk”, ucapkan kepada anak secara lembut agar anak dapat mengontrol emosinya. (Diajeng Maharani).

 

 

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#ilmu psikologi #Anak manja #solusi anak susah makan #pendidikan anak #psikologi anak