Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bunda Wajib Tahu! Kenali 6 Karakter Anak Anda sejak Usia Dini

Imron Arlado • Selasa, 4 Juni 2024 | 22:05 WIB
MANIS: Karakteristik anak dapat dilihat dari kegiatan ataupun kesukaan yang sering dilakukan oleh sang anak dalam jangka waktu Panjang. (foto: Halodoc)
MANIS: Karakteristik anak dapat dilihat dari kegiatan ataupun kesukaan yang sering dilakukan oleh sang anak dalam jangka waktu Panjang. (foto: Halodoc)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tentunya berbagai anak memiliki keunikan di dalam dirinya masing-masing.

Keunikan tersebut membuat sang anak dapat tercermin dari karakter anak tersebut hingga bagaimana anak berperilaku dalam kehidupan sehari-harinya.

Oleh karena itu, memahami karakter sang anak menjadi sangat penting. Terutama bagi seorang ayah dan ibu serta keluarga terdekatnya. Karena keluarga juga merupakan lingkungan pertama bagi tumbuh kembangnya sang anak, sekaligus menjadi lingkungan pertama untuk anak mengenali dirinya hingga pada sekelilingnya.

Oleh sebab itu, para ibu harus mencoba untuk memahami karakter-karakter di dalam anak usia dini dengan melihat beberapa ciri-ciri yang dapat diamati.

Ciri-ciri tersebut biasanya muncul secara beriringan dengan bertambahnya usia sang anak.

Ketika telah memahami karakter sang anak, maka para ibu dapat memposisikan diri dengan baik serta memilih pola asuh yang tepat.

Dengan hal tersebut dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak agar jauh lebih baik.

Lebih detailnya, berikut kenali 6 karakter anak sejak usia dini secara umum yang harus bunda pahami yang telah disunting dari beberapa sumber.

PENUH ENERGIK: Anak usia dini seringkali memiliki gerak yang aktif hingga penuh dengan energik. (foto: Halodoc)
PENUH ENERGIK: Anak usia dini seringkali memiliki gerak yang aktif hingga penuh dengan energik. (foto: Halodoc)
  1. Memiliki Keunikan

Karakteristik yang pertama adalah bersifat unik. Sifat unik tersebut berasal dari sifat alamiah sang anak itu sendiri yang pastinya dengan berbeda-beda keunikan.

Perbedaan dan keunikan dari masing-masing sang anak biasanya tercermin dari ciri-ciri, passion, kegiatan, minat hingga kesukaan yang akan digemari dalam rentang waktu yang cukup lama.

Keunikan disebabkan oleh 2 faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang muncul dari Hasrat dan keinginan sang anak tersebut.

Sedangkan faktor eksternal dapat muncul dari berbagai perilaku orang tua ataupun lingkungan keluarga serta film yang ditontonnya.

PENUH ENERGIK: Anak usia dini seringkali memiliki gerak yang aktif hingga penuh dengan energik. (foto: Halodoc)
PENUH ENERGIK: Anak usia dini seringkali memiliki gerak yang aktif hingga penuh dengan energik. (foto: Halodoc)

  1. Bersifat Aktif dan Energik

Pada anak usia dini biasanya memiliki karakteristik yang aktif serta energik. Tidak heran jika para ibu ataupun pengasuh selalu merasa lelah ketika bersama sang anak.

Yang di mana ia selalu bertepuk tangan, menari, terlebih pula ketika melihat sang ayah yang baru saja pulang dari bekerja.

Karakteristik anak yang satu ini merupakan pertanda baik, karena biasanya anak yang aktif dan penuh energik adalah anak yang cerdas dan mudah untuk bergaul.

GEMBIRA: Anak usia dini merasa senang ketika diajak untuk pergi ke suatu tempat baru yang belum ia kunjungi. (foto: Halodoc)
GEMBIRA: Anak usia dini merasa senang ketika diajak untuk pergi ke suatu tempat baru yang belum ia kunjungi. (foto: Halodoc)
  1. Mempunyai Jiwa Petualang

Anak usia dini selain mempunyai energi yang penuh, ia juga mempunyai jiwa-jiwa petualang yang amat tinggi.

Pada umumnya, anak sangat merasa Bahagia ketika mereka diajak ke berbagai tempat baru, seperti taman bunga dan kebun binatang.

Sang anak begitu senang ketika mereka bereksplorasi dengan tempat-tempat baru yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.

MENGGAMBAR: Karakteristik anak juga dapat dilihat dari cara mereka menggambar sesuatu dengan imajinasi yang tinggi. (foto: Halodoc)
MENGGAMBAR: Karakteristik anak juga dapat dilihat dari cara mereka menggambar sesuatu dengan imajinasi yang tinggi. (foto: Halodoc)

  1. Mempunyai Daya Khayal, Imajinasi serta Fantasi yang Tinggi

Pada anak usia dini, para ibu dapat melihat karakter anak yang memiliki daya khayal, imajinasi serta fantasi yang tinggi.

Hal tersebut dapat tercermin dalam karya-karya yang telah dibuat oleh sang anak, ia juga dapat memiliki ide fantastis yang terkadang tidak pernah dipikirkan oleh orang dewasa.

Para ibu dapat melihat karya sang anak yang sedang menggambar bunga yang setinggi dengan pohon mangga atau juga seperti mewarnai gambar dengan menggunakan alat Make-up.

MERENGEK: Tidak perlu heran ketika sang anak menangis karena mainannya diambil oleh orang lain karena hal tersebut merupakan salah satu hal normal dalam karakteristik sang anak. (foto: Alodokter)
MERENGEK: Tidak perlu heran ketika sang anak menangis karena mainannya diambil oleh orang lain karena hal tersebut merupakan salah satu hal normal dalam karakteristik sang anak. (foto: Alodokter)
  1. Bersikap Egois

Karakter anak usia dini yang biasanya bersifat cenderung lebih egois. Anak usia dini tidak senang apabila barang-barang yang ia miliki disentuh dengan orang lain.

Ia juga akan merasa kesal hingga cemburu apabila ayah dan ibunya bermain-main dengan anak kecil lainnya.

Hal tersebut juga berkaitan dengan sifat egosentris yang dimiliki oleh sang anak. Namun, para ibu tidak perlu khawatir, karena karakteristik ini juga normal dan sangat umum dimiliki oleh seorang anak-anak.

BERKATA: Pada usia dini anak kerap mengikuti suara maupun perkataan yang terdengar di lingkungan sekitarnya. (foto: Jawa Pos)
BERKATA: Pada usia dini anak kerap mengikuti suara maupun perkataan yang terdengar di lingkungan sekitarnya. (foto: Jawa Pos)
  1. Mulai Senang Berkata-kata

Pada usia dini, karakter anak yang dapat terlihat adalah antusias mereka dalam berbicara. Anak akan lebih cenderung menirukan suara burung, kucing, dan hewan-hewan di sekitarnya.

Ia juga akan meniru kata-kata yang sering ia dengar dari orang tua ataupun film yang ia tonton.

Oleh karena itu, sangat penting untuk para ibu tetap memberikan pengawasan agar tidak ada kalimat-kalimat buruk yang masuk ke telinga sang anak. (Yeni Trihapsari)

 

Editor : Imron Arlado
#anak nakal #Wajib tahu #karakter anak #psikologi anak