Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto Gelar Ujian Terbuka Bedah Buku Karya Santri

Moch. Chariris • Rabu, 29 Mei 2024 | 15:45 WIB

 

 

KOMITMEN: Para penguji bedah buku bersama para santri dan wali santri.
KOMITMEN: Para penguji bedah buku bersama para santri dan wali santri.

PONDOK Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto menggelar ujian terbuka bedah buku di Auditorium Pesantren Elkisi.

Ujian karya tulis yang diikuti santri kelas XII Pesantren eLKISI ini berlangsung sejak Rabu (22/5) hingga kemarin (28/5).

Setiap sesi, santri diuji oleh dua penguji kompeten yang didatangkan dari luar pesantren.

 Di antara pengujinya bergelar doktor dari kampus negeri dan swasta. Termasuk, ada unsur profesional, tak lain adalah perwakilan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) dan praktisi.

Kepala SMA eLKISI Mojokerto Gunanto Amintoko mengatakan, bedah buku tersebut diikuti seluruh santri kelas XII Pesantren eLKISI.

Menurutnya, ujian terbuka bedah buku ini bagian dari program literasi yang wajib diikuti para santri kelas XII, sekaligus sebagai syarat kelulusan dari pesantren.

 Setiap peserta diberikan waktu mempresentasikan analisis di balik sebuah tulisan.

Meliputi tema, karakter, metode, hingga pesan moral yang disampaikan. Sedangkan para penguji, di dalamnya terdiri dari unsur akademisi dan profesional menilai presentasi berdasarkan kedalaman analisis, penyampaian, dan pemahaman terhadap materi, serta struktur penulisan.

 ’’Para peserta mempresentasikan hasil bedah buku di hadapan penguji dan hadirin yang turut menyaksikan langsung.

Tujuannya, untuk meningkatkan minat baca (literasi) serta kemampuan analisis kritis para santri,’’ ujarnya.

Usai menjalani tahap ujian, peserta diberikan waktu menyampaikan pesan dan kesan.

Salah satunya adalah Salsabila Putri. Dia mengaku bangga sekaligus terharu selama menempuh pendidikan di eLKISI, mampu menghasilkan karya sebuah buku.

”Ini buku pertama saya. Semoga buku ini bermanfaat,” ujarnya.

 Penguji turut memberikan saran-masukan dan kritik pada semua peserta. Dengan harapan akan dijadikan sebagai bekal ke perguruan tinggi (PT) dan menulis buku-buku berikutnya.

Salah satu penguji, M Arfan Muamar menilai kegiatan tersebut sangat penting dalam mendukung pengembangan kemampuan literasi dan nalar berpikir kritis santri.

 Sehingga usai tamat dari pesantren, para santri dapat menyambut tantangan akademis dan dunia profesional kerja di masa depan.

”Ini keterampilan yang berharga bagi santri. Dengan membedah buku, santri tidak hanya membaca, tetapi juga menginterpretasikan dan memahami secara mendalam,” tandas dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya ini. (bas/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#eLKISI Pungging #karya tulis #bedah buku