Selama pelaksanaannya, siswa diberikan materi berkaitan tentang ibadah puasa, membaca Alquran, tata cara salat hingga zakat. Mereka dibimbing langsung oleh guru PAI, guru kelas, kepala hingga pengawas sekolah. ’’Pondok ramadan ini diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, juga memotivasi siswa agar selalu beribadah dengan benar dan sungguh-sungguh,’’ kata Kepala SDN Meri Nurul Hudha.
Tak hanya itu, selama bulan suci ramadan, SDN Meri juga telah mengkhatamkan Alquran sebanyak dua kali. Khotmil Quran bergantian dilakukan oleh guru maupun siswa. Di hari terakhir pondok ramadan, siswa didampingi guru mereka membagikan takjil kepada warga maupun pengguna jalan yang melintas di depan SDN Meri. ’’Pembagian takjil ini kolaborasi siswa, orang tua, komite dan pihak sekolah. total ada 500 bungkus yang kita bagikan,’’ terang Hudha.
Setelah membagikan takjil, SDN Meri juga melaksanakan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah. Menurut Hudha, kegiatan ini menjadi ajang penanaman karakter pada siswa untuk berderma, berempati, dan memperbanyak pahala pada bulan penuh berkah ke sesama. ’’Selain pondok ramadan, dari kegiatan bagi-bagi takjil ini diharapkan anak didik bisa memetik pembelajaran dan melatih agar terbiasa memiliki kepedulian dan gemar berbagi kepada sesama,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah