Kini, lembaga satuan pendidikan itu terus menelurkan beragam usaha untuk mengusung persiapan menuju ASEAN Eco School.
Kepala SMPN 3 Mojokerto Rejo mengatakan, untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas sekolah yang menerapkan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup), ada banyak inovasi yang diterapkan pada lingkungan sekolah. Selain tetap menjalankan enam aspek didalamnya, SMP Negeri 3 juga membuat inovasi Sumpah 3 Mpu.
’’Yang mana program ini merupakan akronim dari Sistem Pengumpulan Sampah SMPN 3 Mojokerto Peduli Lingkungan,’’ katanya.
SMPN 3 Mojokerto memiliki kawasan yang terbilang teduh. Sebab, sekolah ini memiliki lebih dari 2.500 tanaman dengan lahan seluas sekitar 9.867 meter kubik.
Tak hanya itu, sampah organik yang dihasilkan dari daun tanaman mencapai sekitar 5.000 kilogram per tahun.
’’Sampah tersebut dimanfaatkan untuk membuat kompos dengan starter ACB (Air Cucian Beras) yang dikumpulkan dari sampah rumah tangga wali murid,’’ imbuhnya.
Selanjutnya, produksi kompos ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman yang ada di sekolah.
Rejo menyebut, ke depan, jika produksi kompos ini berlebih, akan dibagikan secara gratis pada sekolah imbas di sekitar SMP Negeri 3 Mojokerto.
’’Ini menjadi usaha sekolah untuk terus meningkatkan persiapan SMPN 3 Mojokerto menuju ASEAN Eco School,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah