Dalam kesempatan itu, mobil listrik SMKN 1 Jetis sempat memantik perhatian orang nomor satu se-Jawa Timur tersebut untuk diuji coba.
Dia juga menyempatkan diri untuk berbincang dengan kepala maupun siswa SMKN 1 Jetis terkait karya kendaraan listrik yang mereka ciptakan.
Ia menanyakan mulai dari proses pembuatan hingga komponen mesin yang digunakan.
’’Yang menarik, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di kendaraan listrik ini rata-rata 50 persen. Karena ada beberapa produk yang masih impor seperti velg misalnya,’’ ulasnya.
Mobil listrik rakitan SMKN 1 Jetis juga mendapat apresiasi dari Khofifah.
Menurutnya, kendaraan ini menjadi wujud partisipasi generasi muda Jatim mengambil peran untuk turut mengurangi polusi udara dan medukung terwujudnya Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060 mendatang.
Dia menyebutkan, Pemprov Jatim sendiri terus berkomitmen mendukung energi ramah lingkungan dan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai upaya mewujudkan NZE 2060.
Hal ini membuat Pemprov Jatim berhasil menjadi Juara Umum pada ajang Anugerah Dewan Energi Nasional (DEN) 2023.
’’Saya ingin mengajak semua untuk mengapresiasi karya SMK kita yang luar biasa dan hebat. Kalau dunia otomotif, saya rasa beberapa hal bisa dilakukan modifikasi atau match production tetapi secara imajinasi, secara inovasi ini keren sekali,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Jetis Ladi memaparkan, Si Molis (Mobil Listrik) SMKN 1 Jetis sendiri murni karya tangan peserta didiknya.
Produk ini merupakan hasil kolaborasi siswa dari kompetensi keahlian teknik elektronika industri, teknik pengelasan, teknik kendaraan ringan otomotif, serta teknik permesinan.
’’Kami sangat bangga, Si Molis ini akhirnya bisa dipamerkan dan diuji coba secara langsung oleh Gubernur Jatim. Ini menjadi semangat kami untuk terus melakukan pengembangan pada mobil listrik ini,’’ paparnya.
Adapun, Si Molis ini juga sebagai wujud implementasi skill para peserta didik dalam menimba ilmu sesuai bidang komepetensi keahlian.
Dia berharap, kedepannya Si Molis tidak hanya masuk dalam expo pameran saja. Melainkan juga bisa digunakan sebagai sarana transportasi bagi program daerah yang berbasis wisata.
’’Harapannya kedepan ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah sebagai pendukung program desa wisata di bidang transportasi, misalnya. Karena tak hanya buatan lokal, mobil ini juga ramah polusi untuk lingkungan,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah