Belasan siswa ini tergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) batik Spensa. Setiap satu semester, ekskul yang sudah eksis selama lima tahun ini bisa menghasilkan dua kain batik.
Motif batik yang dibuat pun mengangkat tema lokal seperti Surya Mojopahit.
’’Kalau kegiatannya diadakan setiap Rabu sehabis pulang sekolah. Selama satu semester bisa menghasilkan dua kain batik. Alhasil setahun ada empat sampai lima kain batik yang dihasilkan dengan motif berbeda,’’ kata Najwa Aura, Ketua Ekskul Batik Spensa.
Siswi kelas IX ini mengaku senang bisa ikut ekskul keterampilan membatik ini.
Menurutnya, dengan ikut keterampilan membatik ini dia mendapatkan pengalaman baru sekaligus bisa melestarikan budaya Indonesia.
’’Saya senang banget bisa ikut ekskul batik Spensa, karena dari ekskul ini saya juga mempelajari hal yang baru. Selain enjoy, kegiatan membatik ini jadi wujud kita melestarikan budaya Indonesia,’’ tuturnya.
Sementara itu, pembina Ekskul Batik Spensa Utfaul Annisa mengatakan, sebagai wujud perayaan Hari Batik Nasional, pihaknya sangat mengapresiasi keterlibatan peserta didik dalam ekskul tersebut.
Annisa menilai, semangat siswa dalam melestarikan batik sangat luar biasa.
’’Setiap tahun, Alhamdulillah ada sekitar 20 siswa yang minat bergabung dengan ekskul ini. Selain diajarkan kreativitas, mereka juga diajak melatih kesabaran saat proses membatik hingga kainnya bisa digunakan,’’ tutur dia.
Setelah kain batik selesai diproduksi, biasanya akan digunakan sebagai busana fashion show dalam event sekolah.
Tak hanya itu, kain batik karya ekskul ini juga kerap dijadikan cenderamata kepada sejumlah tamu yang berkunjung ke SMPN 1 Mojokerto.
’’Harapan kami, berkat ekskul batik ini siswa bisa lebih mencintai produk lokal Indonesia. Di samping itu, batik SMPN 1 Mojokerto bisa menjadi produk unggulan yang kedepannya dapat dijual ke pasaran,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah