Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menyelami Makna Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum Kembali Berkiblat pada Tuhan

Indah Oceananda • Jumat, 29 September 2023 | 12:55 WIB

Kepala SMKN 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto Agus Ubaidillah
Kepala SMKN 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto Agus Ubaidillah
PERINGATAN Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum kembali berkiblat kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan.

Pandangan ini dikemukakan Kepala SMKN 1 Kemlagi Kabupaten Mojokerto Agus Ubaidillah menyikapi problematika kehidupan masa kini.

Diungkapkannya, dalam pergantian hari, masyarakat seakan lepas dari norma tatanan dan adab sebagai manusia.

Menurutnya, banyak peristiwa yang mengharu biru dan lalu lalang yang dikonsumsi sehari-hari.

Mulai dari munculnya kasus perdata, yang persengketaannya antarkeluarga bahkan peristiwa pidana yang melibatkan orang tua dan anak.

’’Anak tidak lagi hormat, patuh dan tawaduk kepada orang tua, begitu juga orang tua banyak yang menelantarkan anak dan bahkan membuangnya,’’ katanya.

Kejadian seperti ini, lanjut Agus, hendaknya menjadi renungan bagi semua insan beragama (Islam).

Sebab, Allah SWT telah memberikan peringatan keras dan cukup jelas yang termaktub dalam kitab suci Alquran tentang pentingnya berperilaku baik sesuai ajaran-Nya.

’’Artinya, manusia senantiasa diperintah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Lebih-lebih, untuk hormat dan patuh terhadap kedua orang tua,’’ ungkap dia.

Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang merupakan tokoh dunia, revolusioner mental dan akhlak, kata Agus, menjadi hal penting bagi seluruh insan supaya kembali membuka dan meresapi kisah tokoh penting dalam Islam dan juga dunia.

’’Sehingga, ini untuk kita jadikan rujukan serta pijakan dalam menapaki kehidupan di dunia supaya kita bisa menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat. Sekaligus selamat dunia dan akhirat,’’ bebernya.

Tak jarang, sebagai manusia diakuinya seringkali tuntunan yang bersumber dari pusat (sang pencipta) diabaikan.

Padahal, lanjut dia, hal ini diberikan demi kemaslahatan dan keselamatan hambanya.

Itu sudah diungkapkan melalui peringatan Allah SWT dalam Surah Al Araf ayat 56. ’’Yang mana artinya, Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan,’’ tutur Agus.

Dengan demikian, menurutnya bertindak arif, adil, seimbang dan senantiasa berkiblat pada sebagai Muhammad SAW adalah kata kunci untuk mengembalikan cita-cita mulia.

Yaitu dalam menjadi sosok yang beriman dan bertakwa dengan torehan prestasi amalan yang baik dan bermanfaat bagi sesama.

’’Amalan baik ini menjadi harapan akan keselamatan dan kemuliaan kita kelak ketika kembali kehadapan-Nya,’’ papar dia.

Sudah jelas pula, bagi orang beriman bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akan kesalehan akhlak manusia. Tentunya, dengan senantiasa ber-ittibak (mengikuti) jejak sekaligus ajarannya.

’’Dengan memperingati hari lahirnya, kita berharap akan semakin kuat kecintaan kita kepada nabi pemberi syafaat. Serta menguatkan ajaran dan petunjuk beliau untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya kita mendapatkan rahmat dan rida-Nya agar mulia di akhirat nanti,’’ pungkas dia. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten #mojokerto #maulid #smkn 1 kemlagi