Berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Mojokerto, kegiatan tersebut sebagai wujud menekan angka pengangguran di Bumi Mojopahit.
Acara yang berlangsung selama sehari ini diikuti ribuan pencari kerja. Tak hanya dari Kabupaten Mojokerto, sebagian juga berasal dari luar daerah.
’’Dari kegiatan job fair ini, ada 1.831 lowongan kerja yang tersedia. Data pencari kerja yang terdaftar dalam kegiatan ini, tercatat sekitar 7.344 orang, dan itu tidak hanya berasal dari Kabupaten Mojokerto saja. Karena antusiasme tersebut, kami akan menggelar job fair lagi,’’ kata Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto dalam sambutannya, kemarin (29/8).
Pihaknya juga berterima kasih kepada SMKN 1 Jatirejo yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan bursa kerja tersebut.
Menurutnya, ini menjadi salah satu upaya mengurangi pengangguran.
’’Maksud dan tujuan job fair ini, lebih mendekatkan pemberi dan pencari kerja untuk mengurangi pengangguran. Sekaligus meningkatkan kompetensi pencari kerja,’’ tandasnya.
Acara yang dipadati ribuan tenaga kerja ini dibuka secara langsung oleh Bupati Ikfina Fahmawati. Itu ditandai dengan pemukulan gong yang juga disaksikan oleh Kepala SMKN 1 Jatirejo Heru Susianto.
Bupati Ikfina juga sempat memantau sejumlah stan perusahaan yang membuka lowongan dalam giat job fair tersebut.
’’Pelaksanaan job fair ini, semoga betul-betul memberikan manfaat, tidak hanya bagi pencari kerja, namun juga bagi sekolahnya. Mudah-mudahan, semua pencari kerja ini bisa diterima, memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin serta memberikan karya di tempat mereka bekerja nanti,’’ paparnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Jatirejo Heru Susianto menuturkan, dalam kegiatan job fair perdana di sekolah pimpinannya ini, ada 37 perusahaan yang diundang untuk merekrut para pencari kerja.
Itu tersedia bagi lulusan jenjang SD, SMP, SMA/SMK, D3 hingga S1. ’’Kegiatan ini dapat menjadi jembatan anak-anak untuk mendapat pekerjaan, dan menjembatani industri untuk pemenuhan tenaga kerja,’’ jelasnya.
Selain kerja, SMKN 1 Jatirejo juga menyiapkan anak didiknya siap berwirausaha setelah lulus. Sehingga, diharapkan para siswa juga dapat membuat lapangan kerja setelah lulus.
’’Kita ada pelajaran kewirausahaan. Di sana kita melatih anak-anak untuk mulai mendesain, hingga menjual produk. Kita juga adakan bazar bagi murid untuk mengembangkan jiwa kewirausahaannya,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah