Kini, di usianya yang ke-70 tahun, sekolah swasta di bawah naungan Yayasan Pendidikan Taruna Nusa Harapan ini tetap konsisten berupaya mewujudkan potensi setiap peserta didik untuk meraih prestasi.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SMP TNH memiliki sejumlah keunggulan dari berbagai aspek. Baik dari input, proses, maupun output-nya.
Dengan mengusung branding Master Lingua, diharapkan bisa menjadi jembatan bagi SMP TNH dalam mewujudkan salah satu visinya, yaitu menuju sekolah berbudaya global.
Kepala SMP TNH Blasius Paimun, S.Pd., mengungkapkan, yang menjadi pembeda atau keunikan SMP TNH adalah keragaman peserta didiknya. Baik dari suku, agama, maupun asal negara.
Sehingga, lembaga yang beralamat di Jalan Letkol Sumarjo, Nomor 67, Kota Mojokerto ini menjadi sekolah multiagama karena setiap agama difasilitasi dengan guru agama sendiri-sendiri.
”Keberagaman itu tak lantas menjadi kelemahan tapi justru kami jadikan sebagai salah satu keunggulan sekolah,” ujar Blasius.
Sekolah yang sejak tahun pelajaran 2022/2023 lalu mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka ini memiliki visi mewujudkan peserta didik yang beriman, berbudi luhur, berprestasi, serta berbudaya lingkungan dan global.
”Nah, berbudaya global inilah yang kami branding untuk menjadi karakter di sekolah kami,” imbuhnya.
Menurut Blasius, globalisasi menjadi keadaan yang mau atau tidak mau harus dihadapi generasi saat ini.
Globalisasi menjadi sebuah tantangan besar bagi setiap bangsa di dunia. Untuk menghadapinya, maka diperlukan pemahaman, sikap, dan kemampuan yang dapat dijadikan bekal untuk bertindak.
Dikatakannya, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu syarat penting untuk dapat berkomunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat dunia.
Karena itu, SMP TNH memandang perlu untuk membekali setiap peserta didik dengan kemampuan berbahasa asing. ”Terutama bahasa Inggris sebagai bahasa internasional,” tuturnya.
Guna menjawab tantangan tersebut, SMP TNH telah mencanangkan branding Master Lingua.
Setiap peserta didik ditanamkan karakter sebagaimana slogan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI), yakni utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.
”Master Lingua ini dapat juga dikatakan sebagai salah satu bentuk dukungan SMP TNH terhadap program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek RI,” terang Blasius.
Sejalan dengan Master Lingua, SMP TNH memiliki salah satu program unggulan yaitu Nasional Plus (Nasplus).
Di Program Nasplus ini, para peserta didik mendapatkan materi pelajaran dengan pengantar bahasa Inggris. Selain itu, secara khusus bahasa Mandarin juga diajarkan di kelas program Nasplus.
”SMP TNH memandang bahwa kedua bahasa tersebut bisa menjadi bekal kebutuhan para peserta didik di abad ke-21 ini,” tandas dia.
Dengan berbagai upaya tersebut, SMP TNH kini mampu menjelma menjadi destinasi pendidikan unggul dan berkemajuan di era globalisasi.
Terbukti, belum lama ini beberapa siswa SMP TNH mengikuti ajang Olimpiade Sains Internasional yang diselenggarakan oleh Guangdong- Hongkong-Macao Greater Bay Area Mathematical Olympiad Heat Round 2023.
Hasilnya, salah satu siswa SMP TNH bernama Janice Deveneny Siem berhasil menyabet gelar runner up dan mendapatkan medali perak. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah