Komitmen itu diharapkan dapat menumbuhkembangkan sikap amaliah di bidang keagamaan Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah pada siswa.
Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dibuka dengan acara serah terima santri oleh wali santri kepada pengasuh pondok.
Lalu dilanjutkan kegiatan taaruf, orientasi wali santri, serta sosialisasi program sekolah dan pondok.
"Ini bertujuan sebagai pengenalan antarwali santri, guru, dan pembimbing pondok bersama dengan pengasuh pondok pesantren Al-Azhar, KH. M. Masum Maulani," ujar Kepala SMP Islam Plus Al Azhar Siti Khabibah.
Siswa baru juga diberi pembekalan mondok sebelum menjalani MPLS. Itu diisi dengan kegiatan seperti pelatihan menulis pegon, pembiasaan salat Duha dan istighotsah, serta pengenalan tradisi santri Al-Azhar.
Dari kegiatan tersebut, diharapkan santri baru dapat dengan mudah beradaptasi ketika tahun pelajaran baru dimulai, tuturnya.
Kegiatan MPLS yang berlangsung pada 17-20 Juli lalu, diisi dengan ragam kegiatan religi. Adapun, pelaksanaannya ditutup dengan Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu).
Ajang MPLS juga untuk menggali kemantapan hati siswa meraih tujuan dari harapan yang ditulis. Diharapkan, dengan menuliskan harapan, mereka termotivasi untuk mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin, pungkasnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah