Melalui MPLS, siswa dikenalkan teknik ecoprint sebagai salah satu keterampilan sekaligus menumbuhkan rasa peduli lingkungan.
Kepala SDN Sentanan Laseno menuturkan, dalam MPLS pada 17-28 Juli lalu, 12 peserta didik baru tak sekadar diajak mengenal warga, fasilitas, maupun sarana dan prasara sekolah. Mereka juga diajak mengenal lebih jauh lingkungan sekolah barunya.
’’Salah satunya pengenalan ecoprint dengan teknik pounding pada tas kain untuk meningkatkan keterampilan siswa baru di sekolah berwawasan lingkungan hidup ini,’’ terangnya.
Hal ini selaras dengan SDN Sentanan yang tengah menuju sekolah Adiwiyata. Dalam kegiatan unggulan ini, lanjut Laseno, sebanyak 106 siswa dari kelas 1 hingga 6 diajak lebih jauh mengenal lingkungan hidup di sekitar sekolahnya.
Lantaran ecoprint ini memanfaatkan sejumlah bahan alam dari daun-daunan dan bunga-bungaan yang ada di lingkungan sekolah sendiri. Mulai dari daun mangga, daun sinom, daun pepaya hingga bunga telang.
’’Kami memanfaatkan apa yang sudah ada dan tumbuh di lingkungan sekolah kami. Semua bisa kita ambil gratis tanpa harus membeli,’’ ungkap Laseno.
Dikemas dengan menyenangkan, kegiatan belajar di luar ruang ini pun disambut dengan antusias oleh siswa baru.
Tak hanya mengenal ecoprint, para siswa diajak berkolaborasi dengan para guru untuk mengkreasikan bahan yang ada di sekitar sekolah menjadi olahan kuliner khas.
Mulai dari puding bunga telang, minuman asarehe (asam sinom, sere, jahe) dan sejumlah produk makanan atau minuman sehat dan bergizi lainnya.
’’Dengan konsep kebersamaan serta rasa memiliki sekolah dan lingkungan sekitar ini diharapkan membuat siswa merasa nyaman dalam melaksanakan kegiatan belajar di sekolah,’’ tandasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah