Kebiasaan ini sekaligus untuk mengasah keterampilan siswa dalam meraih prestasi sebanyak mungkin sebagai bekal menggapai cita-cita di masa depan.
’’17 siswa kelas 1 langsung kami kenalkan dengan cara menanam dan merawat pohon saat MPLS. Kami ajak anak-anak bermain dan saling kenal agar mereka nyaman dan senang di sekolah,’’ ujar Kepala SDN Wates 4, Didik Wahyudi kemarin.
Tak sekadar nyaman. Peserta didik juga diasah wawasannya dengan kebiasaan membaca dan menulis di perpustakaan. Budaya literasi bahkan menjadi menu wajib bagi 153 siswa di sela-sela pembelajaran yang mereka lampaui setiap hari.
Dengan kebiasaan tersebut, maka akan muncul inovasi dan kreasi siswa dalam mengembangkan bakatnya. Mulai dari bercerita, berpidato hingga menulis puisi atau cerpen yang dapat diikutsertakan dalam perlombaan baik di tingkat daerah hingga nasional.
’’Kami kerja sama dengan perpus kota untuk memberikan wawasan literasi, termasuk menambah buku-buku agar pengetahuannya semakin luas,’’ imbuhnya.
Pun demikian juga di bidang iman dan takwa, 15 dewan guru dan staf juga turut membiasakan siswa dengan literasi rohani, mulai dari membaca Alquran, asmaul husna, surat-surat pendek, hingga salat dhuhur dan dhuha berjamaah.
Tujuannya tak lain untuk meningkatkan menumbuhkan spiritualitas siswa sebagai pondasi dasar dalam tumbuh kembangnya.
’’Kami ingin mewujudkan peserta didik yang beriman, bertaqwa, sehat, berprestasi, mandiri, berwawasan dan ramah lingkungan sesuai dengan visi sekolah,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah