Kecintaan pada kebersihan dan wawasan sekeliling ini menjadi bagian dari program peningkatan iman dan taqwa (imtaq) anak didik.
Internalisasi siswa terhadap lingkungan secara luas ini menjadi tajuk utama MPLS. Kepala SDN Kauman Susiana mengatakan, mencintai lingkungan merupakan bagian dari peningkatan imtaq di sekolah.
Bertepatan dengan peringatan 1 Muharam, siswa baru diajak berkeliling ke sekitar sekolah. ”Kita ajak langsung ke luar sekolah, termasuk di alun-alun,” ujarnya.
Kebiasaan mencintai lingkungan diajarkan dengan membiasakan anak didik membersihkan sampah.
Selain itu, anak didik juga dipacu menuangkan wawasannya terhadap sekitar melalui gambar.
”Kita adakan lomba menggambar apa yang anak-anak lihat selama di luar sekolah. Ada yang menggambar bunga hingga suasana alun-alun. Apa yang ada di konsep pikiran anak dituangkan lewat gambar,” tuturnya.
Penghayatan lingkungan, menurutnya memiliki banyak manfaat bagi siswa.
Tak hanya melatih kreativitas dan kepekaan, tapi juga mendukung proses pembelajaran peserta didik di sekolah yang berada di barat daya Alun-Alun Kota Mojokerto itu.
”Jadi kami tidak hanya fokus ke keagamaan, tapi menumbuhkan rasa cinta dan peduli dengan lingkungan sekitar,” terang dia.
Selain pembelajaran akademik, siswa SDN Kauman juga mendapat ruang untuk mengembangkan bakat dan minatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Selain karate yang sudah lama berkembang dan mengantarkan siswa hingga kejuaraan tingkat provinsi, kini sekolah juga merintis program ekskul wayang beber.
”Wayang beber ini juga mengandung pendidikan karakter,” tandas Susiana. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah