Tak sekadar dikenalkan dengan lingkungan sekolah, para peserta didik baru diajak aktivitas ke luar sekolah untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan.
Kepala SMPN 3 Rejo menuturkan, masa orientasi yang berlangsung sejak 17 Juli lalu ini berlangsung dengan sejumlah landasan.
”Kita sesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Jadi MPLS ini bersifat edukatif, kreatif, dan tidak mengandung unsur perpeloncoan. Serta, tidak ada tugas yang memberatkan untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada lingkungan sekolah yang ada di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, 257 siswa baru diajak kegiatan ke luar sekolah.
Yakni dengan gerakan peduli berbudaya lingkungan hidup sekolah (GPBLHS) yang dikemas dengan sangat menyenangkan. Lewat kegiatan menanam pohon buah dan sengon serta makan menu sehat bersama.
Melalui MPLS ini, lanjutnya, para peserta didik baru diharapkan mampu mengeksplorasi potensi terbaiknya.
Di tengah perkembangan era digital dengan sejumlah tantangan yang mengiringi. ”Dengan MPLS ini juga untuk mewujudkan siswa berwawasan dan tanggap teknologi, terutama literasi digital,” tandasnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah