Terletak di Jalan Brawijaya Nomor 112, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, SDN Mentikan 1 memiliki posisi yang strategis di tengah kota yang sarat dengan pusat perniagaan. Namun, di sisi lain, hal itu juga diiringi persoalan negatif dengan banyaknya barang bekas yang dengan mudah dijumpai baik di lingkungan sekolah maupun di sekitar sekolah. ’’Sehingga, kami mengajak siswa untuk dapat mengolah kembali barang bekas menjadi benda yang lebih bermanfaat,’’ terang Kepala SDN Mentikan 1, Indah Tri Rahayu.
Dalam penerapannya, SDN Mentikan 1 melaksanakan pemanfaatan barang bekas melalui literasi ekologi. Di samping untuk mengurangi sampah, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. ’’Dengan bekal kreativitas yang tinggi, harapannya dapat membantu memudahkan siswa dalam menjalani tantangan sesungguhnya yang akan dihadapinya kelak,’’ paparnya.
Dijelaskannya, literasi ekologi di antaranya dapat dilaksanakan dalam kegiatan intrakurikuler. Yakni dilakukan melalui pemberian bahan bacaan yang memuat kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan. Baik tentang pentingnya kesadaran siswa dalam memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan, maupun kegiatan membuat produk pemanfaatan barang bekas.
Seperti membuat wayang dalam penyajian data dalam pembelajaran matematika, membikin peraga daur air dalam mata pelajaran IPA, hingga membangun maket saat mempelajari bahasa Inggris. ’’Semua produk dihasilkan dari pemanfaatan barang bekas yang terkait dengan materi pembelajaran yang sedang dipelajari siswa,’’ ulasnya.
Di samping itu, literasi ekologi juga dilakukan melalui kegiatan kokurikuler. Yakni saat pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dengan tema kreatif. Tri Rayahu menjelaskan, tiap siswa diberi kesempatan untuk melaksanakan kegiatan proyek untuk mengembangkan suatu produk kreatif dengan memanfaatkan barang bekas. ’’Barang bekas yang digunakan bisa dari yang dijumpai di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah,’’ tuturnya.
Program literasi ekologi yang telah dilaksanakan dalam kurun setahun terakhir di SDN Mentikan 1 telah menunjukkan perubahan positif. Salah satunya mampu mengurangi timbunan sampah barang bekas yang ada di sekolah. ’’Selain itu, hasil karya kreatif siswa dari barang bekas kini juga semakin banyak dimanfaatkan di sekolah,’’ tandasnya.
Antara lain, pemanfaatan barang bekas dari plastik dijadikan untuk meja, pembatas sudut baca, hingga pembuatan pot tanaman. Sedangkan bekas stik es krim dijadikan pot bunga maupun maket rumah. (ram/fen)